Anjlok 4,5% Sepekan, Bitcoin Masih Bertahan di USD82 Ribu

Ilustrasi bitcoin. Foto: Freepik.

Anjlok 4,5% Sepekan, Bitcoin Masih Bertahan di USD82 Ribu

Husen Miftahudin • 10 October 2026 09:03

New York: Harga bitcoin bertahan di atas USD82 ribu pada perdagangan Jumat waktu setempat. Namun, mata uang kripto terbesar di dunia tersebut diperkirakan mengakhiri tren kenaikan selama tiga pekan berturut-turut akibat tekanan kenaikan imbal hasil obligasi dan ketidakpastian ekonomi yang membebani minat investor terhadap aset berisiko.

Mengutip Investing.com, Sabtu, 10 Oktober 2026, harga bitcoin naik tipis 0,7 persen menjadi USD82.391,3. Meski menguat pada perdagangan harian, bitcoin diperkirakan mencatatkan penurunan sekitar 4,5 persen sepanjang pekan ini.

Pasar kripto secara keseluruhan juga melemah pada Jumat. Kinerja positif sepanjang kuartal III 2026 mulai diikuti aksi ambil untung pada awal Oktober, sehingga sejumlah aset kripto tertinggal dari pergerakan bitcoin.

Pembelian bitcoin oleh Strategy Inc. serta dukungan regulasi kripto yang lebih besar di AS belum mampu membendung tekanan harga sepanjang pekan ini.
 

 

Imbal hasil tinggi dan arus keluar ETF tekan bitcoin


Bitcoin berada di bawah tekanan seiring kenaikan imbal hasil obligasi yang mengurangi minat investor terhadap aset spekulatif. Sementara itu, aliran dana ke aset berisiko pada pekan ini lebih banyak mengarah ke saham perusahaan kecerdasan buatan (AI), yang mendorong indeks saham Wall Street mencapai rekor tertinggi.

Pasar kripto juga dibayangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setidaknya sekali lagi sebelum akhir 2026. Kebijakan tersebut diperkirakan berkaitan dengan upaya bank sentral AS mengendalikan inflasi yang masih sulit ditekan.

Di sisi lain, penguatan pasar kripto sepanjang kuartal III membuka peluang bagi investor untuk merealisasikan keuntungan. Pelaku pasar kini mencermati keberlanjutan tren kenaikan harga kripto pada Oktober.

Tekanan terhadap bitcoin turut berasal dari arus keluar dana pada produk dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot.

Data SoSoValue menunjukkan ETF Bitcoin spot diperkirakan mencatatkan arus keluar mingguan pertama dalam empat pekan terakhir, dengan nilai lebih dari USD700 juta.

Kenaikan harga minyak sebelumnya juga menambah tekanan terhadap pasar kripto. Namun, harga minyak mentah sedikit mereda pada Jumat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan melancarkan serangan baru terhadap Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada November.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Harga altcoin tertinggal dari bitcoin


Adapun, mayoritas aset kripto utama bergerak melemah sepanjang pekan, meskipun beberapa mencatatkan kenaikan tipis pada perdagangan Jumat.

Ether, mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, naik 0,2 persen menjadi USD2.478,29. Namun, harganya masih terkoreksi lebih dari 8 persen sepanjang pekan.

XRP menguat 0,6 persen, sedangkan BNB naik 0,7 persen. Meski demikian, BNB masih mencatatkan penurunan lebih dari 7 persen secara mingguan. Sebaliknya, Solana melemah 1 persen dan Cardano turun 0,2 persen.

Di kelompok memecoin, Dogecoin naik 0,4 persen, sedangkan token bertema Trump dengan kode perdagangan TRUMP menguat 1,3 persen.

Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan masih membayangi pasar kripto secara luas di tengah kenaikan imbal hasil obligasi, ketidakpastian arah suku bunga, dan perubahan aliran dana investor.

(Husen Miftahudin)