Bitcoin dan aset kripto lainnya. Foto: scmp.com
Bitcoin Turun 1,8% ke USD81.657, Aset Kripto Lain Ikut Berguguran
Husen Miftahudin • 9 October 2026 08:50
New York: Harga bitcoin melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat, memperpanjang koreksi di tengah memburuknya sentimen risiko global. Kenaikan harga minyak mentah lebih dari tiga persen dan tekanan terhadap saham teknologi Amerika Serikat (AS) turut membebani pasar aset kripto.
Mengutip Investing.com, Jumat, 9 Oktober 2026, bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia turun 1,8 persen menjadi USD81.657. Pada perdagangan yang sama, bitcoin sempat menyentuh USD81.755, level terendah dalam hampir tiga minggu menurut laporan tersebut.
Penurunan juga terjadi di pasar kripto secara keseluruhan. Setelah mencatat reli sepanjang kuartal III-2026, aset digital menghadapi tekanan aksi ambil untung dari investor. Pembelian bitcoin oleh Strategy, salah satu perusahaan pemegang bitcoin korporasi terkemuka, belum mampu menahan pelemahan harga aset tersebut pada pekan ini.
Tekanan terhadap bitcoin sejalan dengan memburuknya sentimen risiko di pasar keuangan global. Harga minyak mentah melonjak pada Kamis akibat serangan terhadap kapal komersial di Timur Tengah dan kekhawatiran gangguan pasokan akibat cuaca buruk di pesisir Teluk AS.
Harga minyak kemudian sedikit terkoreksi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada November 2026. Sebelumnya, sejumlah laporan media menyebutkan pemerintah AS tengah mempertimbangkan langkah militer terhadap Teheran.
Di pasar saham, saham-saham teknologi Wall Street mengalami tekanan setelah Financial Times melaporkan pendapatan tahunan OpenAI sekitar USD20 miliar lebih rendah dibandingkan proyeksi yang sebelumnya disampaikan kepada pasar, dengan merujuk dokumen keuangan yang dibagikan kepada investor.
Perkembangan tersebut menambah tekanan terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto, yang pergerakannya turut dipengaruhi perubahan sentimen investor terhadap pasar keuangan global.
Solana gandeng Samsung untuk transaksi stablecoin
Di tengah pelemahan pasar kripto, Solana mengumumkan kemitraan dengan Samsung pada Rabu malam. Kerja sama tersebut memungkinkan Samsung Wallet dan Samsung Pay mendukung transaksi stablecoin melalui jaringan Solana.
Berdasarkan laporan Investing.com, pengguna Samsung Wallet di AS direncanakan dapat melakukan transaksi lintas negara menggunakan USD Coin (USDC) mulai akhir Oktober 2026.
Kemitraan tersebut menambah integrasi Solana dengan perusahaan pembayaran dan layanan keuangan. Sebelumnya, PayPal dan Western Union juga telah memanfaatkan jaringan Solana untuk aktivitas terkait stablecoin.
Meski demikian, perkembangan kerja sama tersebut belum mampu menopang harga token asli Solana. SOL tercatat turun 4,2 persen pada perdagangan Kamis.
Perkembangan lain datang dari perusahaan aset digital Securitize. Pada Kamis, perusahaan tersebut mengumumkan peluncuran perdagangan saham bertokenisasi berbasis blockchain untuk sejumlah perusahaan besar yang tercatat di bursa, termasuk Apple, Nvidia, dan Microsoft.
Produk bernama Securitize Stocks tersebut akan diluncurkan melalui blockchain Solana. Setiap token dirancang didukung oleh saham yang mendasarinya, dengan perusahaan menyatakan produk tersebut mempertahankan hak investor dan manfaat ekonomi dari kepemilikan saham terkait.
Securitize memperkirakan token-token tersebut dapat diperdagangkan melalui sejumlah platform, termasuk bursa kripto OKX dan platform yang dikembangkan Intercontinental Exchange. Perusahaan juga menyebut potensi perdagangan melalui New York Stock Exchange yang direncanakan beroperasi selama 24 jam.
Pada tahap awal, produk tersebut akan tersedia bagi investor yang memenuhi persyaratan di AS, Uni Eropa, dan yurisdiksi lain yang diizinkan. Perdagangan direncanakan berlangsung di luar jam perdagangan reguler, dengan target perluasan akses menjadi 24 jam sehari dan tujuh hari sepekan.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Harga aset kripto lain terseret melemah
Tekanan pasar juga meluas ke sejumlah aset kripto alternatif atau altcoin. Berikut daftar pergerakan harga aset kripto selain bitvoin (altcoin):
- Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, turun 3,5 persen menjadi USD2.478,82.
- XRP melemah 2,7 persen.
- Cardano (ADA) merosot 8 persen.
- BNB turun 4,6 persen.
- Di segmen memecoin, Dogecoin terkoreksi 4,8 persen.
- Token TRUMP melemah 1,3 persen.