DPR Segera Panggil Dirut LPDP

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto. (ANTARA/Imamatul Silfia)

DPR Segera Panggil Dirut LPDP

Despian Nurhidayat • 26 February 2026 12:09

Jakarta: Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan pihaknya segera memanggil Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto. Keterangan Sudarto diperlukan terkait viralnya alumni LPDP yang membuat konten cukup saya WNI, anak jangan.

"Sebelum Lebaran, kita akan undang (Direktur LPDP) ke Komisi X," kata Irfani dikutip dari YouTube Metrotvnews, Kamis, 26 Februari 2026.

Sejatinya, Irfani mengatakan sudah sempat bertemu dengan Sudarto terkait mekanisme beasiswa LPDP. Dalam pertemuan tersebut, Irfani menjelaskan Sudarto telah membeberkan aturan terkait program LPDP. Namun, Sudarto mengakui aturan bagi penerima beasiswa LPDP belum disosialisasikan secara masif.

"Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan Direktur LPDP. Pada prinsipnya, mereka sudah punya aturan. Tapi permasalahannya adalah aturan tersebut belum tersosialisasikan dengan baik," ungkap Irfani.

Di samping itu, Irfani mengungkapkan total penerima beasiswa LPDP hingga saat ini mencapai 55.641 orang. Terkait data tersebut, dia ingin pihak LPDP transparan mengenai latar belakang penerima. Khususnya, memastikan dari golongan tidak mampu, berdomisili di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta dari lulusan pondok pesantren (ponpes).

Ilustrasi freepik

Dia menegaskan tidak ingin para penerima beasiswa tersebut hanya dari golongan tertentu seperti artis maupun anak pejabat. Irfani menekankan tidak transparannya pihak LPDP terkait latar belakang penerima beasiswa telah menjadi sorotan publik.

Dia juga mengakui bahwa Indonesia belum memiliki ekosistem untuk menampung para lulusan selaku penerima beasiswa LPDP. Maka itu, dia meminta agar pemerintah ke depannya dapat memetakan kebutuhan di dalam negeri.

"Seharusnya sebelum mengirim (penerima beasiswa LPDP ke luar negeri) tentu harus dilihat dulu kebutuhan di dalam negeri itu seperti apa, seperti industri, goverment, dan lain sebagainya. Kita banyak punya talenta muda yang masih diabaikan negara karena kita tidak punya ekosistem yang benar," ungkap Irfani.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)