Wall Street Melejit saat Independensi Fed 'Diobrak-abrik' Trump

Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Freepik.

Wall Street Melejit saat Independensi Fed 'Diobrak-abrik' Trump

Husen Miftahudin • 13 January 2026 08:09

New York: Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), menunjukkan pemulihan di akhir sesi karena investor menavigasi lanskap yang bergejolak yang ditandai dengan penyelidikan kriminal terhadap kepemimpinan Federal Reserve.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 13 Januari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,17 persen menjadi 49.590,2. Indeks S&P 500 bertambah 0,16 persen menjadi 6.977,27. Indeks Nasdaq Composite naik tipis 0,26 persen menjadi 23.733,9. Terlepas dari penutupan positif, pasar mengalami gejolak intraday yang signifikan, dengan Dow Jones turun hampir 500 poin pada titik terendah sesi.
 
Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif. Sektor barang konsumsi pokok dan industri memimpin kenaikan, masing-masing naik 1,42 persen dan 0,75 persen. Sektor keuangan dan energi menjadi sektor yang paling tertinggal, masing-masing turun 0,8 persen dan 0,66 persen.
 
Sentimen pasar awalnya terguncang oleh pengumuman Ketua Fed Jerome Powell yang mengkonfirmasi jaksa federal sedang menyelidikinya terkait proyek miliaran dolar Fed untuk merenovasi kantor pusatnya. Powell menggambarkan penyelidikan tersebut sebagai upaya pemerintahan Trump untuk mengkompromikan independensi Fed.
 
"Dampak dari penyelidikan terhadap Ketua Powell kemungkinan akan berdampak jangka panjang, artinya hal itu tidak akan mengubah suku bunga dalam jangka pendek. Hal itu tidak akan mengubah inflasi dalam jangka pendek," kata Jim Lebenthal, kepala ahli strategi pasar di Cerity Partners.
 

Baca juga: Data Inflasi hingga Invasi AS ke Venezuela Bikin Kontrak Berjangka Saham AS Melempem


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
 

Aksi jual saham perbankan

 
Faktor lain yang menekan sektor keuangan adalah usulan Presiden AS Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit hingga 10 persen selama satu tahun, yang memicu aksi jual saham perbankan di tengah kekhawatiran atas pembatasan pinjaman dan penurunan profitabilitas. Saham Capital One anjlok 6,42 persen, sementara Citigroup, JPMorgan, dan Bank of America juga mencatat kerugian.
 
Sebaliknya, raksasa ritel Walmart memimpin kenaikan Dow Jones, naik tiga persen setelah berita tentang rencana masuknya ke indeks Nasdaq 100. Perusahaan ini juga mengumumkan kemitraan strategis dengan Gemini AI milik Google untuk meningkatkan pengalaman belanja digital.
 
Investor menantikan rilis indeks harga konsumen AS untuk Desember 2025 pada Selasa. Menyusul data pasar tenaga kerja yang mendingin minggu lalu, pelaku pasar semakin memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini selama pertemuan Januari mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)