Waspada! Ini Tanda-Tanda Investasi Bodong yang Perlu Diketahui

Ilustrasi jebakan investasi bodong. Foto: Medcom.id

Waspada! Ini Tanda-Tanda Investasi Bodong yang Perlu Diketahui

Husen Miftahudin • 27 January 2026 18:45

Jakarta: Di tengah maraknya tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, masyarakat dituntut untuk semakin cermat dan kritis sebelum menanamkan modal. Apabila tidak berhati-hati, kamu akan berpotensi menjadi korban investasi bodong yang akhirnya merugikan.
 

Investasi yang tidak berjalan mulus akibat modus manipulatif dikenal sebagai investasi bodong. Melansir dari Prudential Syariah, investasi bodong merupakan tawaran investasi ilegal yang merugikan karena dapat membuat investor kehilangan seluruh dananya tanpa jaminan pengembalian.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) para periode 2017–2023, tercatat kerugian akibat investasi bodong mencapai ratusan triliun rupiah. Data tersebut menunjukkan rendahnya literasi keuangan masyarakat.

Investasi bodong dapat menimbulkan banyak kerugian bagi korban, mulai dari hilangnya dana yang disetorkan, korban mengalami dampak psikologi seperti stres, kecewa, bahkan depresi. Selain itu, investasi bodong juga dapat menghambat rencana jangka panjang akibat uang lenyap akibat penipuan.
 
Baca juga: Waspada Investasi Bodong, Simak Ciri-ciri dan Cara Cek Legalitasnya

Tanda-tanda investasi bodong


Agar terhindar kerugian besar kamu perlu ciri-ciri investasi bodong. Berikut merupakan tanda umum dari investasi bodong, dilansir dari laman Prudential:
  1. Janji keuntungan tidak masuk akal: Investasi bodong biasanya menawarkan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat tanpa risiko.
  2. Kurang transparan: Investasi bodong umumnya tidak menjelaskan secara jelas pengelolaan dana, model bisnis, maupun struktur perusahaan.
  3. Tidak terdaftar di otoritas resmi: Tidak memiliki izin atau pengawasan dari OJK atau lembaga resmi lainnya.
  4. Ada tekanan untuk segera bergabung: Investasi bodong akan memaksa calon investor untuk cepat mengambil keputusan dengan alasan kesempatan terbatas atau bonus khusus.
  5. Banyak keluhan dan ulasan negatif: Terlihat investasi bodong akan mendapat banyak laporan keterlambatan pembayaran, janji tak ditepati, atau indikasi penipuan dari korban sebelumnya.


(Ilustrasi investasi bodong. Foto: Metrotvnews.com)
 

Cara menghindari investasi bodong


Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar aktivitas investasi tetap aman dan terhindar dari risiko penipuan, dilansir dari Prudential:
  1. Lakukan riset terlebih dahulu: Cari tahu profil perusahaan, rekam jejak, serta ulasan dari sumber terpercaya sebelum berinvestasi.
  2. Curigai janji keuntungan berlebihan: Imbal hasil tinggi tanpa risiko hampir pasti tidak realistis dan patut dicurigai.
  3. Hindari tekanan untuk cepat berinvestasi: Jangan mengambil keputusan karena desakan “kesempatan terbatas” atau iming-iming bonus.
  4. Konsultasi dengan ahli keuangan: Mintalah pendapat profesional agar peluang investasi dinilai secara objektif.
  5. Pastikan terdaftar di OJK: Legalitas di OJK atau lembaga resmi menjadi tanda bahwa investasi diawasi dan lebih aman.
  6. Gunakan platform investasi terpercaya: Pilih layanan yang memiliki reputasi baik dan transparan dalam pengelolaan dana.
  7. Periksa dokumen dan kontrak dengan teliti: Pastikan hak, kewajiban, serta risiko tertulis jelas dan sah secara hukum. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)