Menpora: Pekan Olahraga Polri Selaras Visi Presiden Prabowo

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Foto: Dok. Media Indonesia.

Menpora: Pekan Olahraga Polri Selaras Visi Presiden Prabowo

Satrio Adi Putranto • 28 June 2026 15:18

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pelaksanaan Pekan Olahraga Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto. Ajang ini dinilai krusial untuk mentransformasi olahraga sebagai instrumen pembentukan karakter sekaligus panggung pembuktian prestasi Indonesia di mata dunia.

“Bapak Presiden menginginkan sekarang olahraga itu tidak hanya menjadi duta bangsa tetapi juga mencerminkan kedigdayaan kita sebagai bangsa. Jangan kita olahraga hanya ikut saja, tapi kasih lihat siapa kita, siapa Indonesia. Dan di sini adalah bagian dari fundamental pembangunan karakter bangsa yang diterapkan tentu secara menyeluruh,” kata Erick di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026.
 


Erick mengapresiasi kontribusi nyata korps kepolisian yang konsisten menyumbang prestasi bagi iklim olahraga nasional. Korps Bhayangkara mencatatkan portofolio impresif dengan torehan 5 medali emas, 15 perak, dan 10 perunggu pada gelaran SEA Games 2025 lalu. Menpora menantang para atlet Polri untuk melipatgandakan perolehan emas pada SEA Games tahun depan.

“Buat Polri sendiri sudah ada hasilnya kalau bicara kedigdayaan. Kemarin di SEA Games itu menyumbangkan lima emas, 15 medali perak, 10 medali perunggu. Tapi tahun depan SEA Games lagi, Pak. Siapa tahu emasnya nambah,” ujar Erick.

Erick menyoroti rapor merah indeks partisipasi olahraga publik tanah air yang masih berada di angka 26,3%. Angka ini berbanding terbalik dengan melimpahnya bonus demografi Indonesia yang dihuni 66 juta generasi muda (Gen Z). Indonesia dinilai tertinggal jauh dari Jepang yang mencatatkan tingkat partisipasi olahraga hingga 72,9% meskipun didominasi populasi usia tua.

“Padahal, dengan mengolahragakan masyarakat ini konteksnya juga menjaga kesehatan, menekan yang namanya biaya kesehatan,” ucap Erick.

Sebagai solusi taktis, Kemenpora berencana mendorong perluasan kawasan bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) ke seluruh penjuru tanah air. Karena CFD menjadi arena masyarakat untuk giat berolahraga.

Saat ini, fasilitas CFD baru tersedia di 220 kota dari total 514 kabupaten dan kota di Indonesia. Erick akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Polri untuk menyusun standardisasi regulasi CFD nasional.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres.

“Nanti izin Pak Wamendagri sama Pak Wakapolri kita juga dorong tanda tangan mungkin bagaimana Car Free Day ini bisa ada di seluruh kota di Republik Indonesia,” tutur Erick.

Erick menggarisbawahi bahwa akselerasi industri olahraga nasional membutuhkan kerja sama multipihak demi melahirkan ekosistem kompetisi yang sehat dan berkesinambungan.

“Makin banyak yang melaksanakan event-event olahraga makin baik buat bangsa kita. Dan kembali para atlet yang akan bertanding tetap jaga sportivitas karena itulah bagian dari jiwa raga kalian dalam membangun karakter yang baik,” ujar Erick.

(Fachri Audhia Hafiez)