Kuasa hukum yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan Hermawanto. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.
Pascatemuan 995 Senjata, Aktivitas Sekolah Swasta di Jaksel Dijamin Normal
Muhammad Adyatma Damardjati • 7 August 2026 11:34
Jakarta: Pengurus yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjamin kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan normal. Penemuan nyaris seribu pucuk senjata dan sejumlah barang terlarang di lingkungan sekolah dipastikan tidak mengganggu aktivitas pendidikan para siswa.
Kuasa Hukum Yayasan, Hermawanto, menegaskan rutinitas harian anak-anak sama sekali tidak terimbas oleh kasus hukum yang sedang berjalan. Situasi di lapangan tetap kondusif layaknya hari-hari biasa.
"Seperti teman-teman ketahui juga, hari ini baik-baik saja, semua berjalan dengan baik, semua pendidikan berjalan lancar, anak-anak juga sedang pada bermain-main, sedang belajar, dan semua seperti tidak ada apa-apa," kata Hermawanto di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
"Karena memang ketika proses kami melakukan pembongkaran ruangan itu dilakukan di luar jam pendidikan, di luar jam sekolah. Jadi waktunya itu dilakukan di acara sore hari, jadi sekitar jam lima sampai malam," kata Hermawanto.
Lebih lanjut, dia membantah keras alibi mantan Ketua Yayasan berinisial IWD, yang menyebut tumpukan senjata tersebut adalah inventaris untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak. Menurutnya, informasi yang beredar tidak benar.
"Kami informasikan berdasarkan informasi dari para guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak," kata Hermawanto.
Sebelumnya, sebanyak ratusan pucuk senjata api, video compact disc (CD) video porno, hingga narkoba ditemukan dalam sebuah ruangan tertutup di sekolah swasta yang berada di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
.jpeg)
Ilustrasi senjata api. Foto: dok. Medcom.
Hermawanto mengatakan penemuan awal terjadi pada 10 Juli 2026. Pihaknya menemukan 995 pucuk senjata api, amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain.
Pihak sekolah kembali menemukan beberapa senjata, narkoba jenis ganja dan sabu serta VCD porno pada Rabu, 5 Agustus 2026. Temuan tersebut dilaporkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan.