Didorong Sentimen Global, Harga Emas Bakal Naik Jadi Segini

Ilustrasi. Foto: robinsonsjewelers.com

Didorong Sentimen Global, Harga Emas Bakal Naik Jadi Segini

Husen Miftahudin • 6 May 2026 10:28

Jakarta: Harga emas dunia pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026, diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan, seiring munculnya kombinasi sinyal teknikal yang solid serta dukungan dari faktor fundamental global. Dupoin Futures melalui analisnya Geraldo Kofit menilai pergerakan XAU/USD pada timeframe harian mulai menunjukkan indikasi kuat pembalikan arah setelah sebelumnya berada dalam tekanan.

Dari sisi teknikal, harga emas berhasil membentuk swing low yang valid di area support kuat pada level USD4.523. Level ini menjadi titik penting yang menandai berhentinya tren penurunan sebelumnya. Ketika harga mampu bertahan di atas area tersebut, hal ini biasanya menjadi sinyal awal pasar mulai beralih dari fase bearish menuju fase bullish.

"Selain itu, terbentuknya candlestick bullish marubozu semakin memperkuat sinyal tersebut. Pola ini mencerminkan dominasi pembeli yang cukup kuat dalam satu periode perdagangan, harga ditutup mendekati level tertingginya. Kondisi ini menunjukkan tekanan beli mulai mendominasi pasar dan membuka peluang bagi kelanjutan kenaikan harga," jelas Geraldo dikutip dari analisis harian Dupoin Futures, Rabu, 6 Mei 2026.

Geraldo melanjutkan, sinyal penguatan juga diperkuat oleh terbentuknya pola double bottom, yang merupakan salah satu pola pembalikan tren yang cukup kuat dalam analisis teknikal. Pola ini menandakan harga telah menemukan titik terendahnya dan berpotensi bergerak naik dalam periode selanjutnya.

Sejalan dengan itu, indikator stochastic juga menunjukkan pergerakan yang mulai mengarah ke atas setelah keluar dari area oversold atau jenuh jual. Hal ini menjadi konfirmasi tambahan momentum penurunan telah melemah dan peluang kenaikan semakin terbuka.

"Dengan kombinasi sinyal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di level USD4.660. Jika momentum bullish tetap terjaga, maka peluang untuk melanjutkan penguatan hingga ke level USD4.740 semakin besar," papar dia.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan pergerakan harga di area resistance. Kenaikan yang terjadi dalam jangka pendek tetap membutuhkan konfirmasi lanjutan agar dapat berlanjut secara konsisten.
 

Baca juga: Harga Emas Dunia Masih di Bawah Tekanan


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Minat investor terhadap aset safe haven meningkat


Dari sisi fundamental, potensi kenaikan emas juga didukung oleh meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global, termasuk kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan, ketegangan geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan, membuat emas kembali menjadi pilihan utama sebagai instrumen lindung nilai.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve yang mulai cenderung lebih longgar juga menjadi faktor penting. Jika pasar memperkirakan adanya penurunan suku bunga atau pelonggaran kebijakan ke depan, maka hal ini dapat menekan dolar AS dan meningkatkan daya tarik emas.

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas biasanya diuntungkan ketika suku bunga riil menurun. Dalam kondisi tersebut, menurut Geraldo, perbedaan imbal hasil dengan instrumen lain menjadi lebih kecil, sehingga investor lebih tertarik untuk memegang emas.

Faktor lain yang turut mendukung adalah pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung stabil atau menurun. Ketika yield tidak meningkat, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah, yang pada akhirnya mendorong permintaan.

Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal yang kuat dan dukungan faktor fundamental memberikan prospek positif bagi harga emas dalam jangka menengah hingga panjang. Selama harga mampu bertahan di atas area support dan momentum beli tetap terjaga, peluang kenaikan menuju kisaran USD4.660 hingga USD4.740 masih terbuka.

"Namun demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan kondisi global dan data ekonomi yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga. Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi," tutup Geraldo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)