Harga Emas Dunia Masih di Bawah Tekanan

Ilustrasi emas batangan. Foto: goldmarket.fr

Harga Emas Dunia Masih di Bawah Tekanan

Husen Miftahudin • 6 May 2026 08:33

Chicago: Harga emas dunia tetap berada di bawah tekanan minggu ini karena kekhawatiran tentang inflasi terus berlanjut.
 
Mengutip invezz.com, Rabu, 6 Mei 2026, XAU turun ke USD4.530, level terendahnya sejak 31 Maret. Harga emas telah merosot lebih dari 18 persen dari titik tertingginya tahun ini, dan indikator teknikal menunjukkan harga masih akan turun lebih jauh.
 

Risiko inflasi meningkat

 
Iran mengumumkan mereka menembaki sebuah kapal penting AS setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan Proyek Kebebasan (Project Freedom) untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
 
Pada saat yang sama, Iran melancarkan beberapa serangan pesawat tak berawak terhadap Uni Emirat Arab (UEA), sebuah langkah yang mendorong harga minyak mentah lebih tinggi, dengan Brent melonjak hingga USD114 per barel.
 
Baca juga: Harga Emas Diyakini Masih Berpotensi Melonjak


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 
Terdapat risiko perang antara kedua pihak akan kembali berkobar. Kondisi ini akan mendorong harga energi lebih tinggi dalam beberapa hari atau minggu mendatang.
 
Langkah seperti itu akan menyebabkan kenaikan harga konsumen di AS dan negara-negara lain. Data terbaru menunjukkan indeks harga konsumen utama naik dari 2,3 persen pada Februari menjadi 3,3 persen pada Maret.
 
Akibatnya, Federal Reserve dan bank sentral lainnya mungkin memutuskan untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.
 
Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) telah mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga pada Juni. Demikian pula, di bawah kepemimpinan Kevin Warsh, Fed mungkin memutuskan untuk menaikkan suku bunga seiring dengan meningkatnya inflasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)