Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: ANTARA/Fath Putra Mulya.
Mendagri: Kebijakan WFH Diumumkan Besok
Fachri Audhia Hafiez • 30 March 2026 15:21
Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan bahwa kepastian mengenai kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) dalam rangka penghematan energi akan diumumkan secara resmi pada Selasa, 31 Maret 2026. Langkah ini diambil pemerintah sebagai respons atas dinamika harga energi global yang kian menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Sabar saja, itu saya dengar kemungkinan besar, kemungkinan, ya, akan disampaikan resmi besok. Jadi, saya enggak mau mendahului,” ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir Antara, Senin, 30 Maret 2026.
Tito masih enggan membeberkan rincian poin kebijakan tersebut sebelum pengumuman resmi dilakukan. Namun, ia menegaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan segera menindaklanjuti keputusan tersebut dengan mengeluarkan instruksi atau imbauan khusus kepada seluruh pemerintah daerah (pemda).
“Iya, pasti ada (imbauan ke pemda),” tegas mantan Kapolri tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya telah memberikan sinyal kuat bahwa kebijakan ini akan diketok sebelum beralih ke bulan April. Skema yang tengah dimatangkan adalah pemberlakuan WFH satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK.
“Akan diumumkan (kebijakan WFH) sebelum akhir bulan (Maret),” kata Airlangga di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026.
.jpg)
Ilustrasi WFH. Foto: Freepik.com.
Meskipun wajib bagi ASN, Airlangga menjelaskan bahwa untuk sektor swasta kebijakan ini nantinya hanya akan bersifat imbauan. Pemerintah berharap langkah ini dapat secara efektif mengurangi mobilitas kendaraan di jalan raya sehingga penggunaan BBM dapat ditekan secara signifikan.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penerapan WFH secara selektif tidak akan mencederai produktivitas ekonomi nasional. Menurutnya, jika hari yang dipilih tepat, dampak efisiensi fiskal dari penghematan energi akan sangat terasa tanpa mengganggu aktivitas bisnis.
"Enggak (mengganggu), kalau kita pilih dengan cermat. Kalau kita pilih Jumat, jadi pasti ada penghematan BBM berapa persen lah, saya enggak tahu detailnya karena bisa berubah-ubah tergantung harga minyak," tutur Purbaya.
Pemerintah menjamin sektor-sektor strategis yang memerlukan kehadiran fisik, seperti industri manufaktur dan pelayanan publik esensial, tetap akan beroperasi secara normal. Kebijakan WFH ini hanya difokuskan pada jenis pekerjaan yang memungkinkan untuk dilakukan secara jarak jauh guna menciptakan keseimbangan antara penghematan energi dan stabilitas ekonomi.