Dasco Sebut Pertemuan Ketum Parpol soal RUU Pemilu Masih Brainstorming

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Metro TV.

Dasco Sebut Pertemuan Ketum Parpol soal RUU Pemilu Masih Brainstorming

Gabriella Thesa Widiari • 17 September 2026 12:43

Jakarta: Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan pertemuan ketua umum partai politik koalisi pemerintah masih sebatas bertukar pikiran atau brainstorming terkait revisi Undang-Undang Pemilu. Pembahasan tersebut terus berlanjut. 

"Jadi pertemuan para ketum parpol itu hanya baru brainstorming mengenai persiapan pembahasan Undang-Undang Pemilu yang akan dilakukan oleh fraksi-fraksi di DPR," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. 

Menurut Dasco, pembahasan tersebut berada pada tahap awal dan terus berlanjut agar proses pembahasan RUU Pemilu di setiap fraksi DPR RI dapat berjalan lancar.

"Sambil juga kami dari partai menunggu hasil partisipasi publik dari Komisi II DPR yang kemudian prapembahasan, terus kemudian meminta partisipasi publik," kata Dasco.

Ia mengatakan belum ada keputusan dalam pertemuan ketua umum partai politik koalisi pemerintah tersebut. Namun, Dasco menyebut dalam pertemuan itu ada pembahasan mengenai ambang batas parlemen sebesar lima persen. 

"Jadi kalau brainstorming itu kan belum ada penentuan," kata Dasco. 


Ilustrasi pemilu. Foto: dok. Medcom. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Sugiono menyatakan partainya menyepakati ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar lima persen dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu. Menurut dia, angka tersebut tersebut dibahas dalam pertemuan para ketua umum partai politik koalisi pemerintah ketika dirinya mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke New Delhi, India.

"Sepertinya semua sepakat, tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain. Tapi Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen. Seperti juga kemarin Golkar juga menyampaikan, PKS juga menyampaikan, dan saya kira itu yang kita sepakati," kata Sugiono.

(Gabriella Thesa Widiari)