Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. Foto: ANTARA/Ilham Kausar.
Kasus Perampokan Maut Bekasi, Jatanras Polda Metro Turun Tangan
Fachri Audhia Hafiez • 3 March 2026 17:23
Jakarta: Subdit Resmob dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya turun tangan menangani kasus perampokan maut di Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin, 2 Maret 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang tewas dan satu lainnya kritis.
"Benar, saat ini Polres Metro Bekasi Kota bersama Subdit Jatanras dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya tengah melaksanakan penyelidikan terkait kasus tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 3 Maret 2026.
Budi menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih mendalami motif di balik peristiwa berdarah tersebut. Tim gabungan terus bergerak di lapangan untuk memburu para pelaku yang diduga menyatroni rumah korban pada Senin dini hari.
"Fokus utama tim saat ini adalah mengumpulkan fakta, mengungkap pelaku, dan melakukan penangkapan," ucap Budi.
Pihak kepolisian sejauh ini masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti di lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menyebut identitas maupun jumlah pelaku masih dalam proses penyelidikan intensif.
"Untuk pelakunya masih dalam penyelidikan, termasuk jumlah (pelaku)," kata Andi saat dikonfirmasi.

Suasana rumah pasutri diduga korban perampokan di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Andi menjelaskan kronologi kejadian bermula saat anak korban mendapati situasi rumah yang tidak biasa. Saksi yang tinggal bertiga bersama orang tuanya merasa curiga karena sang ibu tidak membangunkan sahur seperti biasanya.
"Jadi yang temukan terlebih dahulu itu adalah anak perempuannya yang tinggal di situ. Jadi, bertiga mereka tinggal," katanya.
Kecurigaan semakin kuat saat saksi turun ke lantai bawah pada pukul 04.00 WIB namun kondisi rumah masih gelap gulita. Tidak ada jawaban dari orang tuanya saat dipanggil dari luar kamar.
"Kemudian anak korban akhirnya turun untuk sahur, tapi dia kaget karena rumahnya masih gelap dan tidak ada jawaban saat dirinya memanggil orang tuanya," katanya.
Saksi sempat berusaha membuka pintu kamar orang tuanya, namun pintu tersebut diduga telah dirusak dan terkunci dari dalam. Setelah memanggil kerabat lainnya, mereka terpaksa membuka paksa jendela kamar untuk mengecek kondisi di dalam.
"Saat itulah kedua korban ditemukan dalam kondisi tergeletak, ayahnya berinisial EU (65) ditemukan tewas dan istrinya P (60) kondisinya kritis," kata Andi.