Harga Emas Dunia Berpeluang Naik, Intip Proyeksinya Hari Ini

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Dunia Berpeluang Naik, Intip Proyeksinya Hari Ini

Husen Miftahudin • 10 July 2026 12:56

Jakarta: Harga emas dunia diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan menjelang akhir pekan kedua Juli. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, momentum bullish masih terjaga setelah harga bertahan di atas sejumlah level teknikal penting.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan peluang kenaikan masih terbuka selama tekanan beli tetap mendominasi dan tidak muncul sentimen negatif yang signifikan dari pasar global.

Menurut dia, pada grafik time frame H1, struktur pergerakan emas masih memperlihatkan tren naik yang solid. Hal itu tercermin dari keberhasilan harga memantul (rejection) di area Moving Average (MA) 21 dan MA 34, yang kembali berfungsi sebagai dynamic support.

"Kondisi ini menunjukkan buyer masih menguasai pergerakan pasar. Saat harga mengalami koreksi, tekanan jual tidak mampu membawa harga turun lebih dalam karena langsung mendapat respons beli di area support dinamis," ujar Geraldo dalam risetnya, Jumat, 10 Juli 2026.

Selain bertahan di atas MA 21 dan MA 34, Dupoin Futures menilai area resistance yang sebelumnya berhasil ditembus kini berubah fungsi menjadi support baru atau role reversal.

Dalam analisis teknikal, perubahan fungsi tersebut menjadi salah satu sinyal yang memperkuat tren bullish karena level yang sebelumnya menjadi penghalang kenaikan kini berperan sebagai area pertahanan harga.

Struktur harga juga masih membentuk pola higher low, yakni titik terendah terbaru berada lebih tinggi dibandingkan titik terendah sebelumnya. Pola ini mencerminkan minat beli tetap kuat sehingga peluang kenaikan lanjutan masih terbuka.

Berdasarkan kondisi tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi menguji area resistance pertama di level USD4.136 per troy ons. Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan peningkatan volume transaksi, harga diperkirakan memiliki peluang melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di USD4.165 per troy ons.

Konfirmasi tambahan juga datang dari indikator Stochastic yang masih bergerak naik menuju area overbought atau jenuh beli. Meski telah mendekati zona tersebut, indikator belum memperlihatkan sinyal pelemahan yang signifikan sehingga momentum beli dinilai masih cukup kuat.
 



(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Sentimen global masih jadi penopang harga emas


Selain faktor teknikal, pergerakan emas juga dipengaruhi perkembangan kondisi ekonomi dan pasar global. Dupoin Futures menilai permintaan terhadap aset safe haven berpotensi meningkat apabila ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, maupun volatilitas pasar keuangan kembali menguat.

Faktor lain yang berpotensi menopang harga emas ialah pelemahan dolar Amerika Serikat. Apabila pelaku pasar semakin meyakini Federal Reserve akan mengambil kebijakan moneter yang lebih akomodatif, termasuk membuka peluang penurunan suku bunga, dolar AS berpotensi melemah sehingga mendukung kenaikan harga emas.

Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga dapat meningkatkan daya tarik investasi pada logam mulia karena biaya peluang untuk memiliki emas menjadi lebih rendah.

Meski prospek harga emas masih positif, investor tetap perlu mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Beberapa indikator yang dinilai berpotensi memengaruhi pergerakan emas meliputi data inflasi, ketenagakerjaan, indeks aktivitas manufaktur dan jasa (PMI), serta pernyataan pejabat Federal Reserve.

Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan sehingga meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga, momentum bullish emas diperkirakan berlanjut.

Sebaliknya, apabila data ekonomi kembali menunjukkan hasil yang kuat dan mendorong penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi, ruang penguatan emas berpotensi menjadi lebih terbatas dan membuka peluang koreksi jangka pendek.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas masih cenderung positif. Selama harga mampu bertahan di atas area Moving Average 21, Moving Average 34, dan level support yang baru terbentuk, peluang penguatan menuju USD4.136 per troy ons tetap terbuka.

"Jika resistance tersebut berhasil ditembus, target kenaikan berikutnya berada di level USD4.165 per troy ons. Kombinasi sinyal teknikal yang masih bullish dan dukungan sentimen fundamental menjadi dasar proyeksi penguatan harga emas dalam jangka pendek," papar Geraldo.

(Husen Miftahudin)