Goldman Sachs: Normalisasi Harga AI dan Energi Bikin Inflasi Dunia Melandai di 2027

Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com

Goldman Sachs: Normalisasi Harga AI dan Energi Bikin Inflasi Dunia Melandai di 2027

Husen Miftahudin • 24 June 2026 11:32

New York: Inflasi PCE inti diproyeksikan tetap berada pada level tinggi hingga akhir 2026 sebelum mengalami penurunan pada 2027. Penurunan tersebut diperkirakan terjadi seiring meredanya tekanan harga dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan energi. Proyeksi tersebut disampaikan oleh Goldman Sachs dalam laporan terbarunya terkait outlook inflasi Amerika Serikat.

Mengutip Investing.com, Rabu, 24 Juni 2025, analis Goldman Sachs Manuel Abecasis memperkirakan inflasi PCE inti tahunan berada di level 3,2 persen pada Desember 2026. Selanjutnya, inflasi diproyeksikan turun menjadi 2,2 persen pada Desember 2027.

Selain PCE inti, Goldman Sachs juga memproyeksikan Indeks Harga Konsumen Inti (Core CPI) akan berada di level 2,6 persen pada akhir 2026 dan turun menjadi 2,2 persen pada akhir 2027.

Menurut Goldman Sachs, Core CPI relatif lebih stabil karena tidak terlalu dipengaruhi oleh fluktuasi pasar saham maupun distorsi pengukuran yang terkait sektor AI.
 

Baca juga: Sebelum 'Puasa' Ubah Suku Bunga, Fed Fund Rate Bakal Naik hingga 3 Kali Tahun Ini
 

Harga minyak dan dampak inflasi


Goldman Sachs mencatat kesepakatan Amerika Serikat–Iran memberikan tekanan penurunan jangka pendek pada harga minyak global. Divisi komoditas bank tersebut menurunkan proyeksi harga minyak menjadi rata-rata USD80 per barel pada kuartal IV-2026 dan USD75 pada 2027.

Penyesuaian ini diperkirakan menurunkan tekanan inflasi PCE utama dan inti masing-masing sebesar 0,2 poin persentase dan 0,05 poin persentase dibandingkan asumsi sebelumnya.

Goldman Sachs menyoroti tekanan harga yang dipicu sektor AI, terutama pada produk memori dan perangkat lunak. Efek tersebut dinilai meningkatkan inflasi perangkat lunak dan aksesori komputer melalui distorsi pengukuran dalam indeks PCE inti.

Bank tersebut memperkirakan inflasi bulanan sektor perangkat lunak dan aksesori akan melambat dari kisaran 4–5 persen dalam beberapa bulan terakhir menjadi sekitar 0,6 persen pada kuartal IV 2026.


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Inflasi jasa dan tekanan upah


Untuk inflasi inti jasa, Goldman Sachs memperkirakan pertumbuhan sewa akan melambat di bawah level pra-pandemi. Selain itu, perlambatan pertumbuhan upah nominal diperkirakan turut menekan inflasi jasa non-perumahan.

Meski proyeksi menunjukkan penurunan inflasi, Goldman Sachs menilai risiko tetap cenderung meningkat. Ketegangan geopolitik, khususnya di Timur Tengah, disebut sebagai faktor utama yang dapat kembali mendorong tekanan harga global.

(Husen Miftahudin)