Tertekan Data AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.798 per USD

Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

Tertekan Data AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.798 per USD

Ade Hapsari Lestarini • 8 January 2026 18:00

Jakarta: Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.798 per USD dari sebelumnya Rp16.780 per USD. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini diiringi aktivitas bisnis di AS yang membaik.

"Data ekonomi AS menunjukkan aktivitas bisnis membaik, pasar tenaga kerja juga menunjukkan tanda-tanda yang lebih baik dari yang diperkirakan," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 8 Januari 2026.

Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa ISM melonjak dari 52,6 menjadi 54,4, jauh melampaui ekspektasi 52,3.

Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) bulan November 2025 yang menunjukkan lowongan pekerjaan menurun menjadi 7,14 juta, turun dari 7,44 juta dibandingkan Oktober. Ini dinilai menunjukkan pendinginan bertahap dalam permintaan tenaga kerja.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
 

 

Fokus pasar adalah klaim pengangguran awal


Perubahan Ketenagakerjaan Automatic Data Processing (ADP) juga menunjukkan penggajian swasta meningkat sebesar 41 ribu pada Desember, kurang dari perkiraan sebesar 47 ribu, tetapi menandai peningkatan yang jelas dari kehilangan pekerjaan sebesar 29 ribu pada November.

Capaian ini dianggap menunjukkan stabilisasi sementara dalam perekrutan menjelang akhir tahun.

"Fokus pasar selanjutnya adalah Klaim Pengangguran Awal mingguan yang akan dirilis malam ini dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Desember, yang akan dirilis Jumat, 9 Januari 2026," kata Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.801 per USD dari sebelumnya Rp16.785 per USD.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)