Wakil Ketua MPR: Arahan Presiden Prabowo, Tak Boleh Ada Rakyat Tertinggal

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. Foto: Metro TV/Rona Marina Nisaasari.

Wakil Ketua MPR: Arahan Presiden Prabowo, Tak Boleh Ada Rakyat Tertinggal

Rona Marina Nisaasari • 5 February 2026 19:11

Jakarta: Insiden tragis meninggalnya seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat faktor ekonomi merupakan sinyal keras untuk kembali pada instruksi Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara telah menginstruksikan agar setiap pertumbuhan ekonomi wajib dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Yang jelas satu, Presiden Prabowo dari awal menjabat presiden selalu menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi itu harus dinikmati oleh seluruh anggota masyarakat, tidak boleh ada yang tertinggal,” ujar Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.


Eddy menyatakan keprihatinan mendalam atas nasib bocah berusia 10 tahun tersebut. Baginya, pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak yang tengah menempuh pendidikan adalah kewajiban negara yang tidak bisa ditawar, demi mencegah hilangnya masa depan generasi muda akibat tekanan hidup.

“Kami terus terang sedih, prihatin dan berduka atas berita yang diterima. Karena bagaimanapun kita merasa bahwa anak-anak kita yang mengenyam pendidikan perlu memenuhi kebutuhan dasarnya itu harus tersedia,” lanjut Eddy.

Meski tidak secara gamblang menyebut pemerintah daerah lalai, Eddy mendesak para kepala daerah segera berbenah diri. Ia menyoroti pentingnya akurasi data kemiskinan agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan mampu menjangkau warga yang berada di garis ekonomi paling rentan.

“Saya belum bisa memasukkan itu sebagai kategori lalai ya, tetapi ayo para kepala daerah semuanya yang memiliki tanggung jawab terhadap penanganan masyarakat harus segera berbenah agar itu tidak terulang lagi,” ujar Eddy.
 

Politikus PAN ini berharap kejadian di NTT menjadi katalisator bagi pemda untuk melakukan pendataan yang tuntas dan komprehensif. Perhatian khusus harus diberikan kepada keluarga-keluarga yang luput dari jangkauan bantuan sosial agar visi besar Presiden terkait kesejahteraan yang merata benar-benar terimplementasi di lapangan.

“Nah, saat ini pendataan untuk anak-anak sekolah kita yang memang masih membutuhkan dukungan, bantuan, ya, itu harus dilaksanakan secara tuntas dan komprehensif oleh para kepala daerah. Mereka itu yang membutuhkan perhatian khusus agar kita bisa mencegah terjadinya hal-hal seperti ini,” ucap Eddy.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)