Sekjen Liga Arab Khawatir Situasi Timur Tengah Berada di Ambang 'Ledakan'

Sekjen Liga Arab Nabil Fahmy. (Anadolu Agency)

Sekjen Liga Arab Khawatir Situasi Timur Tengah Berada di Ambang 'Ledakan'

Willy Haryono • 27 July 2026 09:03

Kairo: Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Fahmy memperingatkan Timur Tengah sedang berada di ambang "ledakan" akibat meningkatnya ketegangan di kawasan

Oleh karena itu, ia pun mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengekang kebijakan pemerintah Israel terhadap Palestina.

Dalam pernyataan menjelang pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington pada Selasa besok, Fahmy mengatakan situasi di Timur Tengah bergerak menuju titik yang sangat berbahaya.

"Situasi di kawasan sedang menuju titik yang sangat berbahaya dan mendekati momen ledakan di lebih dari satu tingkat," kata Fahmy, seperti dilansir dari TRT World, Senin, 27 Juli 2026.

Menurutnya, ketegangan dipicu oleh kebuntuan dalam penyelesaian isu Palestina serta meningkatnya eskalasi dan kebijakan konfrontatif yang mewarnai krisis di kawasan Teluk.

Fahmy menegaskan seluruh pihak memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan stabilitas kawasan. Namun, ia menilai pemerintah Amerika Serikat memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam mendorong penyelesaian konflik.

Rekonstruksi Gaza

Ia meminta Trump untuk "mengekang ambisi ekstrem pemerintah Israel" yang dinilai berupaya menggagalkan inisiatif perdamaian di Sharm El-Sheikh, merujuk pada rencana perdamaian Gaza 20 poin yang diumumkan Trump pada September 2025.

Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, pertukaran tahanan, penarikan bertahap pasukan Israel, pembentukan pemerintahan transisi Palestina, serta rekonstruksi Jalur Gaza.

Selain itu, Fahmy mendesak Trump menghentikan pelanggaran yang berulang di Yerusalem Timur yang diduduki serta serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Ia juga menuduh pemerintah Israel berupaya menghilangkan keberadaan warga Palestina melalui perluasan permukiman yang dinilai ilegal dan melanjutkan rencana pemindahan penduduk.

Dalam pernyataannya, Fahmy turut menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran segera kembali pada kesepahaman yang pernah dicapai serta melanjutkan perundingan guna mengakhiri konflik, memulihkan stabilitas kawasan, menghormati kedaulatan negara-negara tetangga, dan membuka kembali jalur pelayaran di Teluk dan Laut Merah secara aman.

Baca juga:  Palestina Minta Rusia Berperan Lebih Besar dalam Perdamaian Timur Tengah

(Willy Haryono)