Moda transportasi di Kalimantan Utara (Kaltara) masih terbatas dan kebanyakan hanya menggunakan jalur sungai. Karena itu dibutuhkan transportasi kereta api untuk konektivitas hingga ke seluruh Kalimantan. (ANTARA/Agus Salam)
Rencana Pembangunan Kereta Api di Kaltara Murni Dibiayai Swasta
Silvana Febiari • 2 May 2026 18:18
Tanjung Selor: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan rencana pembangunan jaringan kereta api di Kaltara tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek ini murni akan dibiayai oleh pihak swasta.
“Sesuai arahan Pemerintah Pusat, dalam Pra Musrenbangnas (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional) beberapa waktu lalu, untuk pembangunan kereta api murni dengan anggaran swasta. Investasi swasta,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, dilansir dari Antara, Sabtu, 2 Mei 2026.
Walaupun anggaran dan investasi dari swasta, kata Bertius, pelaksanaannya tetap berada di bawah koordinasi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kemudian, lanjut dia, pembangunan akan dilakukan per segmen di beberapa wilayah, dan akan ditindaklanjuti setelah kegiatan Musrenbangnas selesai.
“Musrenbangnas ini kan berlangsung kalau tidak salah sampai tanggal 7 Mei,” ungkapnya.
Tujuan pembangunan jaringan kereta api di Kaltara maupun di Kalimantan, menurutnya, adalah untuk menekan biaya transportasi barang dan orang. Dengan demikian, harga barang diharapkan menjadi lebih terjangkau dan murah.
Yang jelas, menurut Bertius, pembangunan jaringan kereta api ini akan menjembatani kebutuhan konektivitas saat ini. Pasalnya, pembangunan jalan membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Kalau dari sisi investasi mungkin berimbang saja bangun kereta api dan membangun jalan, tetapi dari sisi kecepatan membangunnya, pasti lebih cepat kereta api,” ucapnya.
Pembangunan perkeretaapian itu, kata Bertius lagi, merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk membangun konektivitas antarwilayah. Khususnya di luar Pulau Jawa yang belum ada moda transportasi kereta api.
“Dipastikan kemarin bahwa pembangunan itu tidak menggunakan anggaran APBD maupun APBN. Tetapi murni diserahkan kepada pihak swasta di bawah koordinasi PT KAI,” tuturnya.
Untuk di Kaltara sendiri, sebutnya, ada pihak swasta yang berminat dan telah menawarkan diri untuk membangun jalur kereta api, yaitu PT Indonesia Transit Synergy (Intra).
“PT Intra sudah paparkan di depan Pak Gubernur dan Ketua DPRD Kaltara. Tentu kita tunggu proses berikutnya. Yang jelas Pemprov Kaltara, Bapak Gubernur dan Ketua DPRD sudah memberikan pernyataan bahwa siap untuk mendukung pembangunan kereta api di Kaltara,” ujarnya.

Ilustrasi. Foto: dok MI.
Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, membenarkan bahwa dirinya telah menerima audiensi dari PT Intra. Dalam pertemuan tersebut, PT Intra memaparkan tawaran terkait pembangunan jalur kereta api di Kaltara.
“Insya Allah untuk investor kereta api akan masuk di Kaltara. Saya bersama Ketua DPRD Kaltara dan pejabat lainnya beberapa waktu lalu menerima audiensi PT Intra yang berminat berinvestasi di Kaltara,” ujarnya.
Gubernur Kaltara berharap kehadiran kereta api dapat menghubungkan seluruh wilayah Kaltara. Ia juga ingin konektivitas tersebut bisa menjangkau hingga Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
“Semoga kereta api yang akan dibangun ini nanti terkoneksi sampai di IKN dan mudah-mudahan ke depan akan terkoneksi seluruh Kalimantan dan Malaysia serta Brunei,” harapnya.