Personel polisi disiapkan mengawal may day. Foto: Istimewa
Anggota Polri Dilarang Bawa Senpi hingga Tindakan Agresif saat Amankan Hari Buruh di DPR
Siti Yona Hukmana • 1 May 2026 11:21
Jakarta: Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono menekankan pentingnya pengamanan yang kondusif dan terukur dalam melayani aksi unjuk rasa Hari Buruh Internasional di depan Gedung DPR RI, Jumat, 1 Mei 2026. Di hadapan 6.678 personel gabungan, Dekananto menegaskan keselamatan peserta aksi adalah prioritas utama.
Seluruh petugas dilarang bersikap agresif maupun melakukan tindakan individu yang dapat menciderai proses penyampaian aspirasi. Mulai dari larangan membawa senjata api dalam bentuk apa pun, hingga penggunaan gas air mata sepenuhnya berada di bawah kendali komando tunggal Wakapolda.
Pasukan diinstruksikan untuk tetap menjaga barisan dan hanya melakukan pendorongan massa sesuai batas wilayah yang telah ditentukan jika terjadi aksi anarkis, itu pun tetap atas perintah pimpinan. Para anggota dilarang keras mengejar massa yang membubarkan diri hingga masuk ke dalam area berbahaya atau killing zone.
.jpeg)
Peringatan May Day 2026 di Kawasan Monas, Jakpus. Foto: Youtube Setpres.
Hingga pukul 10:00 WIB, situasi di depan Gedung DPR RI dilaporkan masih sepi dari pengunjuk rasa. Diprediksi massa aksi baru akan memadati lokasi usai salat Jumat.
Total 6.678 personel gabungan TNI, Polri, dan unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disiagakan di kawasan Gedung DPR/MPR RI untuk mengawal aksi peringatanHari Buruh Internasional. Pengamanan berlapis ini dilakukan guna memastikan penyampaian aspirasi dari sekitar 5.000 massa berjalan kondusif.
(Muhamad Iqbal Sidiq)