Smart Parenting untuk Hindarkan Anak dari Narkoba dan Kejahatan Jalanan

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol. Rudi Darmoko. Foto: Dok. Istimewa.

Smart Parenting untuk Hindarkan Anak dari Narkoba dan Kejahatan Jalanan

Siti Yona Hukmana • 9 June 2026 17:29

Jakarta: Membangun keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dimulai dari keluarga. Maka itu, diperlukan smart parenting yang bukan sekadar metode pengasuhan, tapi mencegah anak tersandung pengaruh buruk lingkungan luar. 

"Pola asuh yang cerdas adalah seni menjadi kompas yang menuntun arah ketika mereka tersesat di belantara informasi. Jika kita kehilangan seni ini, maka sunyinya hati anak-anak akan diisi oleh kebisingan dunia luar, mulai dari dunia malam, narkoba, perundungan hingga berbagai bentuk kejahatan jalanan," kata Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol. Rudi Darmoko, dalam keterangannya, Selasa, 9 Juni 2026.

Polda NTT menggelar Seminar The Art of Smart Parenting bertema "Menjadi Orang Tua Hebat untuk Anak Hebat" dan "Kesehatan Mental dan Parenting". Kegiatan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 itu dibuka secara resmi oleh Kapolda NTT didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko.

Seminar ini menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi masa depan yang sehat secara mental, kuat secara moral, dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Kapolda NTT mengingatkan kegiatan tersebut bukan sekadar seminar atau forum berbagi teori pengasuhan, melainkan sebuah upaya bersama membangun masa depan bangsa.

"Sebab masa depan bangsa ini tidak pernah dilahirkan dari meja-meja birokrasi atau dinginnya ruang sidang," ungkap Kapolda.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi orang tua saat ini jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Anak-anak tumbuh di tengah arus digital yang begitu cepat, dengan akses informasi tanpa batas yang dapat menjadi peluang sekaligus ancaman.

"Teknologi memberi mereka sayap untuk terbang ke mana saja, namun di saat yang sama juga membawa badai yang dapat memadamkan pelita dalam jiwa mereka," ujar jenderal polisi bintang dua itu.

Lebih jauh, Kapolda menegaskan ketertiban masyarakat tidak hanya dibangun oleh aparat keamanan, tetapi lahir dari keluarga yang harmonis. Dari berbagai kasus kenakalan remaja yang ditemui di lapangan, Kapolda melihat akar persoalan yang hampir serupa, yakni lemahnya komunikasi dalam keluarga.

"Banyak kenakalan remaja dan patahnya moral anak-anak yang kami temui ternyata berawal dari jeritan rindu akan rumah yang kehilangan komunikasi. Mereka adalah jiwa-jiwa yang haus pelukan, namun tersesat mencari kehangatan di tempat yang salah," ungkap Rudi.

Seminar The Art of Smart Parenting bertema "Menjadi Orang Tua Hebat untuk Anak Hebat" dan "Kesehatan Mental dan Parenting". Foto: Dok. Istimewa.

Maka itu, Kapolda menekankan pentingnya para pemimpin menjadi teladan, baik dalam organisasi maupun dalam keluarga. Menurutnya, seorang pemimpin harus terlebih dahulu mampu menyelesaikan persoalan dalam dirinya sendiri agar dapat menjadi contoh yang baik bagi anggota dan keluarganya.

Ia mengajak seluruh peserta seminar untuk membangun sinergi dalam rumah tangga melalui komunikasi yang sehat, memahami bahasa kasih anak, menyediakan waktu berkualitas di tengah kesibukan, serta memperkuat rasa syukur dan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari. Kapolda juga mendorong seluruh anggota Polri memperhatikan kesehatan mental, baik bagi diri sendiri maupun keluarga. 

Salah satu upaya yang terus didorong adalah pemanfaatan program konseling dan pendekatan psikologis yang sehat, termasuk melalui metode USEFT yang saat ini mulai diterapkan di lingkungan Polda NTT. Para personel dan Bhayangkari Polda NTT diharapkan dapat membawa pulang bukan hanya ilmu, tetapi juga kesadaran baru keluarga adalah fondasi utama keberhasilan organisasi dan masa depan bangsa.

"Dengan fondasi keluarga yang harmonis dan bahagia, seluruh awak dalam satu kapal Polda NTT akan lebih mudah mengakselerasi arah dan tujuan bersama demi mewujudkan NTT yang aman, damai, sejahtera, dan penuh kasih," kata Kapolda NTT.

(Siti Yona Hukmana)