Siap-siap! Harga Emas Berpeluang Rebound

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Siap-siap! Harga Emas Berpeluang Rebound

Eko Nordiansyah • 4 June 2026 11:10

Jakarta: Harga emas dunia berpotensi bergerak menguat pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, setelah menunjukkan sinyal pemulihan dari tekanan jual yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Analisis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengungkapkan, pergerakan pasangan XAU/USD pada timeframe H4 mulai memperlihatkan peluang rebound setelah berhasil bertahan di area support penting. Secara teknikal, harga emas sebelumnya sempat turun hingga menyentuh area support di level 4.430.

"Namun setelah mencapai level tersebut, tekanan jual mulai mereda dan pasar menunjukkan respons beli yang cukup kuat. Kondisi ini terlihat dari terbentuknya swing low yang menjadi salah satu indikasi pasar sedang berupaya menghentikan tren penurunan yang terjadi sebelumnya," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurut Geraldo, pergerakan harga saat ini juga membentuk pola Falling Wedge. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering dianggap sebagai salah satu sinyal awal pembalikan arah dari bearish menuju bullish. Pola ini biasanya muncul ketika tekanan jual mulai melemah dan buyer perlahan kembali masuk ke pasar.

Ia menjelaskan, keberadaan pola tersebut menjadi salah satu alasan yang mendukung potensi kenaikan harga emas dalam jangka pendek. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan sejumlah level penting yang akan menjadi penentu arah pergerakan berikutnya.

Selain pola harga, indikator stochastic juga memberikan sinyal yang cukup positif. Saat ini indikator tersebut bergerak naik dan menunjukkan peningkatan momentum beli. Kondisi ini mengindikasikan minat pasar terhadap emas mulai kembali meningkat setelah sebelumnya berada dalam tekanan.

"Jika momentum penguatan terus berlanjut, harga emas berpeluang menguji area resistance pertama di level USD4.496. Level ini menjadi target kenaikan terdekat yang dipantau oleh para pelaku pasar. Apabila berhasil ditembus, maka peluang penguatan lanjutan menuju area USD4.526 akan semakin terbuka," ujar dia.

Ia mengatakan, area resistance tersebut menjadi level penting karena dapat menjadi penentu apakah rebound yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara atau justru menjadi awal dari perubahan tren yang lebih besar. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, maka peluang terbentuknya tren bullish baru akan semakin kuat.



(Ilustrasi. Foto: Unplash)

Dukungan faktor global terhadap emas

Dari sisi fundamental, prospek penguatan emas juga mendapat dukungan dari sejumlah faktor global. Salah satunya adalah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven ketika ketidakpastian ekonomi kembali muncul. Dalam kondisi pasar yang penuh risiko, investor biasanya mencari instrumen yang dianggap lebih aman untuk menjaga nilai aset mereka, dan emas menjadi salah satu pilihan utama.

"Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, maupun meningkatnya volatilitas pasar keuangan berpotensi menjadi faktor yang mendorong permintaan terhadap logam mulia. Jika sentimen tersebut kembali menguat, harga emas berpeluang memperoleh dukungan tambahan dari sisi permintaan," jelas dia.

Selain itu, pergerakan dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Apabila dolar AS mulai melemah setelah mengalami penguatan dalam beberapa waktu terakhir, maka harga emas berpotensi mendapatkan ruang untuk naik. Hubungan antara dolar dan emas selama ini cenderung berlawanan arah, sehingga pelemahan dolar seringkali menjadi sentimen positif bagi logam mulia.

Faktor lain yang turut mendukung adalah potensi penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Ketika yield bergerak turun, daya tarik emas sebagai aset investasi biasanya meningkat karena biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah.

Pasar juga mulai mencermati kemungkinan perubahan sikap Federal Reserve terhadap kebijakan suku bunga. Jika bank sentral Amerika Serikat memberikan sinyal yang lebih dovish atau membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter di masa mendatang, maka sentimen tersebut dapat menjadi katalis positif bagi harga emas.

Secara keseluruhan, kombinasi sinyal teknikal dan fundamental saat ini menunjukkan peluang rebound yang cukup menarik bagi harga emas. Selama harga mampu bertahan di atas area support USD4.430, maka potensi kenaikan menuju resistance USD4.496 hingga USD4.526 masih terbuka.

"Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan data ekonomi global, arah kebijakan Federal Reserve, serta pergerakan dolar AS yang dapat memengaruhi sentimen pasar. Dengan kondisi yang ada saat ini, emas berpeluang melanjutkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan jual yang cukup besar, sekaligus membuka peluang terbentuknya tren bullish baru dalam jangka pendek," kata dia.

(Eko Nordiansyah)