Polda Metro Mampu Urai Kemacetan Jakarta 1 Jam Lebih Cepat

Ilustrasi kemacetan di Jakarta. Foto: MI/Immanuel Antonius.

Polda Metro Mampu Urai Kemacetan Jakarta 1 Jam Lebih Cepat

Siti Yona Hukmana • 31 December 2025 13:16

Jakarta: Polda Metro Jaya menggunakan aplikasi Mandala Quick Respons, mengurai kemacetan di Jakarta dan sekitarnya. Hal ini disampaikan Dirlantas Polda Metro Jaya KombesKomarudin dalam paparan rilis akhir tahun (RAT) 2025 di Gedung BPMJ, Jakarta.

Komarudin menyebut dengan aplikasi Mandala Quick Respons, bisa menghadirkan personel di titik-titik yang terjadi kepadatan lalu lintas. Termasuk, mempercepat penanganan macet di titik-titik ataupun ruas-ruas jalan yang terhambat karena faktor alam, seperti banjir dan lain sebagainya.

"Aplikasi Mandala Quick Respons mendukung kinerja personel di lapangan. Mulai dari pelaporan kegiatan, pemantauan patroli, hingga pada fungsi dashcam pada seluruh kendaraan-kendaraan yang berpatroli," kata Komarudin dalam paparannya, Rabu, 31 Desember 2025.
 


Komarudin menyampaikan pemanfaatan Mandala Quick Respons terbukti mampu mengurai kemacetan. Ia mencontohkan di beberapa titik biasa terjadi kepadatan seperti Hotel Mangku Luhur bisa lebih cepat terurai. Kemudian, kemacetan Jakarta dalam cuaca bagus bisa terurai di pukul 21.30 sampai pukul 22.00.

"Dengan aplikasi ini, kita menggeser personel ke titik-titik yang membutuhkan penanganan. Kita bisa satu jam lebih cepat mengembalikan masyarakat ke alamat masing-masing, ke rumah masing-masing, sehingga Jakarta bisa kita urai di pukul 20.30 sampai dengan 21.30, termasuk di titik-titik lain, seperti Sudirman," terang Komarudin.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin. Foto: Metro TV/Siti

Begitu pula di beberapa ruas-ruas yang memang saat sering terjadi kemacetan, dapat terurai dengan aplikasi Mandala Quick Respons. Terlebih,adanya pertumbuhan kendaraan, aktivitas pertumbuhan di Jakarta, perkantoran, dan lain sebagainya.

Adapun, beberapa jam menjelang pergantian tahun menuju 2026, data kendaraan bermotor di Jakarta bertambah sejumlah 734.795 kendaraan dari 24.337.790 kendaraan. Dengan demikian, di penghujung tahun jumlah kendaraan ditutup di angka 25.072.585.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)