Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM di Istana Negara. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.
Pengamat Duga Tanda-Tanda Konstelasi Politik Baru di Balik Reshuffle Kabinet
Muhamad Marup • 2 October 2026 11:20
Jakarta: Presiden RI, Prabowo Subianto, kembali melakukan reshuffle atau perombakan kabinet pemerintahan. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menduga ada tanda-tanda konstelasi politik baru di balik peristiwa tersebut.
"Jadi kalau ditanyakan apakah ada konstelasi politik yang baru, bisa saja ini menjadi tanda-tanda," ujar Adi, dalam program Kontroversi yang tayang di Metro TV, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia menerangkan, selama ini ada kesan Presiden sungkan untuk mengganti orang-orang yang identik dengan rezim sebelumnya. Dalam reshuffle, kesan tersebut tak terlihat.
"Per hari ini kita bisa saksikan orang-orang yang mungkin selama ini dianggap tidak tersentuh, tidak bisa di-reshuffle, tidak bisa diganti, secara eksklusif bisa diganti," jelasnya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Sugiono. Foto: BPMI Setpres
Adi menyebut bahwa gaya politik Prabowo yaitu merangkul semua pihak. Kendati demikian, peristiwa-peristiwa sebelum dan sesudah reshuffle memunculkan opini keberpihakan Prabowo.Ia mencontohkan hubungan harmonis Prabowo dengan Ketua PDIP, Megawati Soekarnoputri. Di sisi lain, pernyataan PDIP juga mengapresiasi adanya reshuffle.
"Kalau saya melihat rata-rata secara umum, Pak Prabowo itu sebenarnya malah politiknya merangkul semua kok tidak bisa kemudian di head-to-head-kan satu sama yang lain. Tapi sekali lagi tentu kita tidak bisa menghentikan omongan-omongan publik," katanya.
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra, Astrio Feligent, memastikan bahwa reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2026 tidak ada agenda politik. Menurutnya, hak prerogatif Presiden itu jangan diwarnai spekulasi atau asumsi yang berlebihan.
"Oh saya rasa kalau itu (agenda politik) kan merupakan spekulasi," terangnya. Ia menyebut, Partai Gerindra hanya fokus menyukseskan seluruh agenda-agenda Presiden agar berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, dalam proses pengawasan, kader Gerindra juga merupakan garda terdepan untuk memberikan kritik-kritik konstruktif kepada pemerintah.
"Jadi fokus kami, kami tidak memiliki agenda politik. Kami hanya berfokus pada program-program kerja-kerja nyata supaya nanti masyarakat merasakan dampaknya," ucapnya.