Pengelola Museum Bahari Ajak Kolaborasi untuk Tarik Minat Masyarakat

Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta, Mis'ari. Foto: Metro TV/Kautsar Widya Prabowo.

Pengelola Museum Bahari Ajak Kolaborasi untuk Tarik Minat Masyarakat

Kautsar Widya Prabowo • 30 September 2026 18:48

Jakarta: Pengelola Museum Bahari mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke museum. Kolaborasi dinilai tidak harus selalu dalam bentuk dukungan pendanaan.

Hal itu disampaikan Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta, Mis'ari, dalam Forum Diskusi Denpasar 12 bertema Peringatan Hari Maritim Nasional 2026, Laut yang Menyatukan Indonesia: Menghidupkan Kesadaran Kebangsaan dari Museum Bahari, Rabu, 30 September 2026.
 


"Jejaring kolaborasi juga pengelola museum harus mulai jalan. Di luar kemampuannya Pemprov sebagai penyandang dana kami, sebagai pengelola itu kan, juga kami bisa jemput bola kolaborasi dengan banyak pihak," kata Mis'ari di Ruang Delegasi Gedung MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurut dia, kolaborasi tidak harus dilakukan dengan memberikan dukungan dana segar. Pihak lain dapat terlibat melalui berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan Museum Bahari.

"Tidak harus yang sifatnya fresh money, tetapi bisa pihak-pihak lain itu berkolaborasi dengan kami dalam bentuk riset, dalam bentuk membuat film, dalam bentuk membuat pameran," ujar Mis'ari.


Forum Diskusi Denpasar 12 bertema Peringatan Hari Maritim Nasional 2026, Laut yang Menyatukan Indonesia: Menghidupkan Kesadaran Kebangsaan dari Museum Bahar. Foto: Metro TV/Kautsar Widya Prabowo.

Mis'ari mengakui pengelolaan museum menghadapi berbagai hambatan. Namun, ia menilai persoalan tersebut tidak harus diselesaikan sendiri oleh pengelola.

"Masalah selalu ada. Tetapi pengelola itu sendiri harus strong untuk mengawal pemajuan museumnya itu, dan memecahkan masalahnya tidak harus dengan sendirian, tetapi berkolaborasi dengan banyak pihak," kata Mis'ari.

(Fachri Audhia Hafiez)