Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI Rate. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan.
BI: Ketidakpastian Global Masih Membayangi Pasar Keuangan
Ade Hapsari Lestarini • 21 October 2026 15:50
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan ketidakpastian global masih membayangi pasar keuangan. Hal ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, arah kebijakan moneter negara-negara maju, serta ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang tetap tinggi untuk periode lebih panjang (higher for longer).
Menurut Destry, keputusan tersebut diperkuat melalui peningkatan insentif kebijakan pada instrumen DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), lindung nilai, serta instrumen Bank Indonesia lainnya.
"Kebijakan ini ditujukan untuk menarik aliran modal asing, menjaga stabilitas nilai tukar, dan memperdalam pasar uang serta pasar valuta asing," kata Destry, dalam konferensi pers hasil RDG BI, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Dia mengatakan, pada 20 Oktober 2026, nilai tukar rupiah tercatat melemah 0,61 persen dibandingkan posisi akhir September 2026 mencapai Rp17.985 per USD.
Sementara itu, inflasi Harga Konsumen (IHK) pada September 2026 tercatat sebesar 3,28 persen per tahunan (yoy). Lalu inflasi inti berada di level 2,85 persen (yoy).

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. Foto: tangkapan layar YouTube Bank Indonesia.
BI Rate tetap
BI memutuskan kembali mempertahankan suku bunga acuan BI rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang digelar 20-21 Oktober 2026.
Di sisi lain, lanjut Destry, suku bunga Deposit Facility diputuskan naik menjadi lima persen. Sementara itu suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen.
"RDG BI pada 20-21 Oktober 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen," ujar Destry.
Destry menyatakan, kebijakan ini merupakan upaya konsisten dan strategis BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. (Selsha Septifanie Gunawan)