Pemkab Cianjur Minta Bantuan Kemlu Pulangkan Pekerja Migran di Libya

Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaupaten Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Ahmad Fikri.

Pemkab Cianjur Minta Bantuan Kemlu Pulangkan Pekerja Migran di Libya

Silvana Febiari • 30 June 2026 16:58

Cianjur: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat melakukan berbagai cara guna memulangkan Ai Juariah (43), pekerja migran warga Desa Karangwangi yang bermasalah di Libya. Upaya itu dilakukan dengan meminta bantuan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cianjur Deny Widya Lesmana mengatakan pekerja migran yang berangkat 14 bulan lalu secara ilegal atau nonprosedural telah 11 kali berganti majikan.

"Tim dari Kemlu RI berhasil menemukan keberadaan Ai Juariah di Libya dengan kondisi yang cukup baik. Kami masih berkoordinasi terkait rencana pemulangan ke Indonesia, karena ada beberapa dokumen yang harus dipenuhi," kata Deny, dilansir dari Antara, Selasa, 30 Juni 2026. 
 


Meski sempat kesulitan menemukan keberadaan korban, Kemlu akhirnya berhasil mendapatkan informasi keberadaannya. Saat ini, kondisi korban diketahui mulai membaik dan sedang diupayakan untuk segera dipulangkan ke Tanah Air.

Selama bekerja di negara tersebut, korban disebut tidak pernah menerima upah secara langsung. Pembayaran gaji dilakukan oleh pihak ketiga yang mempekerjakannya. Dinas terkait masih melakukan penelusuran lebih lanjut.

Bahkan, keberangkatan korban ke Libya dilakukan secara ilegal sehingga tidak terdata di Disnakertrans Cianjur maupun instansi lainnya. Kondisi tersebut sempat menyulitkan proses pencarian ketika korban mengalami masalah di negara tersebut.

Disnakertrans Cianjur kemudian melayangkan surat ke Kemlu untuk membantu pencarian dan proses pemulangan pekerja migran tersebut. Korban sebelumnya sempat membuat video di media sosial yang meminta bantuan Gubernur Jawa Barat dan Presiden RI karena mengaku mengalami penyiksaan.

"Kami langsung bersurat ke Kemlu RI agar dibantu dalam proses pencarian dan pemulangan Ai Juariah, respons cepat pihak Kementerian mendapatkan lokasi dan bertemu dengan yang bersangkutan," ungkapnya.


Ai Juariah (43), pekerja migran di Libya. (Dokumentasi/ Metro TV)

Pihaknya berharap proses kepulangan korban dapat segera dilakukan, sehingga korban dapat berkumpul kembali dengan keluarganya di Cianjur. Informasi terbaru, korban sudah berada di lingkungan KBRI di Libya.

Seiring masih tingginya keberangkatan pekerja migran secara ilegal ke negara terlarang seperti Timur Tengah, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Masyarakat diminta tidak tergiur dengan janji gaji besar dan penempatan yang nyaman yang justru dapat berujung pada penderitaan.

"Silahkan datang ke Disnakertrans Cianjur kalau ingin bekerja ke luar negeri, pastikan negara yang akan dituju aman dan tidak terlarang, kami akan berikan informasi agar keberangkatan mereka terdata dan legal," ujarnya.

(Silvana Febiari)