10 Istilah Gaul Gen Z yang Sudah Masuk KBBI, Ada Gabut hingga Bucin

Ilustrasi freepik

10 Istilah Gaul Gen Z yang Sudah Masuk KBBI, Ada Gabut hingga Bucin

Putri Purnama Sari • 23 September 2026 12:03

Jakarta: Bahasa gaul yang populer di kalangan Generasi Z ternyata tidak semuanya sekadar menjadi tren di media sosial. Sejumlah istilah yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari kini telah tercatat sebagai entri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

KBBI yang dikelola Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa terus dimutakhirkan dua kali dalam setahun, yakni pada April dan Oktober. Pemutakhiran tersebut dilakukan untuk merekam perkembangan kosakata yang digunakan masyarakat, termasuk istilah percakapan yang penggunaannya telah meluas.

Badan Bahasa menjelaskan KBBI tidak hanya memuat kata-kata baku, tetapi juga bersifat deskriptif. Artinya, KBBI mencatat kosakata yang benar-benar digunakan oleh masyarakat.

Karena itu, sejumlah istilah gaul yang populer di kalangan Gen Z dapat masuk KBBI setelah melalui proses pengusulan, verifikasi, dan validasi. Lantas, apa saja istilah gaul Gen Z yang sudah tercatat dalam KBBI? Berikut daftarnya.

10 Istilah Gaul Gen Z yang Masuk KBBI

1. Gabut

Gabut dalam KBBI bermakna keadaan ketika seseorang tidak memiliki pekerjaan atau kegiatan sehingga merasa bosan. Dalam percakapan sehari-hari, istilah ini juga kerap digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang sedang memiliki banyak waktu luang tanpa aktivitas.

Contoh penggunaan: “Lagi gabut di rumah, bingung mau ngapain.”

2. Mager

Mager merupakan akronim dari “malas gerak”. Dalam KBBI, mager digunakan untuk menggambarkan keadaan ketika seseorang enggan atau malas melakukan aktivitas karena tidak bersemangat untuk bergerak.

Contoh penggunaan: “Hari ini mager keluar karena cuacanya panas.”

3. Baper

Baper merupakan singkatan dari “bawa perasaan”. Dalam KBBI, baper berarti terlalu terbawa emosi atau perasaan terhadap ucapan maupun tindakan orang lain.

Contoh penggunaan: “Jangan baper, itu cuma bercanda.”

4. Julid

Julid menjadi salah satu istilah yang populer, terutama di media sosial. Dalam KBBI, julid berarti sikap iri atau gemar memberikan komentar negatif kepada orang lain.

Contoh penggunaan: “Netizen mulai julid setelah unggahan itu viral.”

5. Lebai

Lebai berarti berlebihan dalam bersikap, berekspresi, atau bertindak. Kata ini kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap terlalu dramatis dalam merespons sesuatu.

Contoh penggunaan: “Reaksinya lebai banget padahal masalahnya kecil.”

6. Kepo


Ilustrasi freepik

Kepo merupakan istilah yang sudah lama digunakan dalam percakapan anak muda. Dalam KBBI, kepo berarti rasa ingin tahu yang berlebihan terhadap urusan atau kehidupan orang lain.

Contoh penggunaan: “Dia kepo banget soal kehidupan pribadi temannya.”

7. Cuan

Cuan berasal dari bahasa Hokkien yang berarti keuntungan. Dalam KBBI, cuan diartikan sebagai laba atau keuntungan yang diperoleh dari suatu usaha atau kegiatan.

Contoh penggunaan: “Jualan online lagi banyak cuan bulan ini.”

8. Asbun

Asbun merupakan singkatan dari “asal bunyi”. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan tindakan berbicara atau memberikan komentar tanpa dasar, tanpa dipikirkan terlebih dahulu, atau tanpa mengetahui fakta sebenarnya.

Contoh penggunaan: “Jangan asbun kalau belum tahu informasinya.”

9. Bucin

Bucin merupakan singkatan dari “budak cinta”. Dalam KBBI, bucin diartikan sebagai seseorang yang bersikap terlalu menuruti atau mengabdi kepada orang yang dicintainya secara berlebihan.

Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang rela melakukan berbagai hal demi pasangan.

Contoh penggunaan: “Dia jadi bucin sejak mulai pacaran.”

10. Salfok

Salfok merupakan singkatan dari “salah fokus”. Dalam KBBI, salfok berarti keadaan ketika perhatian seseorang teralihkan kepada hal yang bukan menjadi pokok pembicaraan atau perhatian utama.

Istilah ini banyak digunakan di media sosial ketika seseorang justru memperhatikan hal kecil yang tidak berkaitan dengan topik utama.

Contoh penggunaan: “Aku malah salfok sama sepatu yang dipakai, bukan sama videonya.”

Kenapa Istilah Gaul Bisa Masuk KBBI?

Masuknya istilah gaul ke dalam KBBI bukan berarti semua kata tersebut otomatis menjadi bahasa baku. Badan Bahasa menjelaskan KBBI bersifat deskriptif, sehingga kosakata yang digunakan masyarakat dapat dicatat, baik dalam ragam formal maupun informal.

Setiap entri dalam KBBI juga dapat memiliki label tertentu untuk menunjukkan konteks penggunaannya. Salah satunya label “cak” yang menandai kata atau ungkapan dalam ragam percakapan.

Sebuah kata dapat diusulkan menjadi entri KBBI apabila memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya unik, eufonik atau enak didengar, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, tidak berkonotasi negatif, serta memiliki frekuensi dan jangkauan penggunaan yang luas di masyarakat.

Kosakata tersebut dapat berasal dari bahasa daerah maupun bahasa asing yang telah populer digunakan. Selain itu, kata yang diusulkan juga dapat menjadi bagian dari KBBI ketika memiliki fungsi untuk mengisi kekosongan makna atau kebutuhan leksikal dalam bahasa Indonesia.

Dengan demikian, keberadaan istilah seperti gabut, mager, baper, kepo, cuan, hingga bucin dalam KBBI menunjukkan bahwa bahasa terus berkembang mengikuti penggunaan di masyarakat. Namun, meski sudah tercatat dalam KBBI bukan berarti kata tersebut dapat digunakan dalam konteks formal.

(Siti Nahdia Usman)

(Putri Purnama Sari)