Mendagri Minta Pengawasan Dana Otsus dan Danais Diperketat

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: ANTARA/HO-DPR.

Mendagri Minta Pengawasan Dana Otsus dan Danais Diperketat

Fachri Audhia Hafiez • 14 April 2026 17:00

Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap Dana Otonomi Khusus (Otsus) di Papua dan Aceh, serta Dana Keistimewaan (Danais) di Yogyakarta. Tito menekankan bahwa alokasi anggaran tersebut harus berdampak nyata dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Dana Otsus (kalau) betul-betul terpakai untuk hal yang sangat riil ini akan sangat bagus sekali, karena kita bisa mengontrol, pengawasan semua pihak,” ujar Tito dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR di Senayan, Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 14 April 2026.
 


Tito menjelaskan, meski indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan tren positif, perbaikan tata kelola tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, percepatan implementasi di Papua memerlukan perbaikan syarat penyaluran, sementara di Aceh perlu penguatan lembaga terkait perencanaan hingga eksekusi anggaran.

“Terutama masalah tata kelola, perencanaan, eksekusi, administrasi,” tambahnya.

Tito mengungkapkan bahwa pemerintah pusat terus melakukan supervisi guna memastikan efektivitas anggaran. Kemendagri bersama Kementerian Keuangan berkomitmen mendampingi daerah yang masih memiliki ketergantungan tinggi pada pusat agar tidak terjadi keterlambatan penyaluran akibat kendala birokrasi.

“Ini upaya kita untuk membantu daerah Papua (yang) punya Dana Otsus, (masih) tergantung dari pusat, tapi terlambat penyaluran karena mekanisme administrasi, dan kita (bantu) selesaikan,” tegasnya.


Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: BPMI Setpres.

Di sisi lain, Tito memuji implementasi Dana Keistimewaan di DIY yang mencapai penyerapan di atas 95 persen. Praktik pelabelan program, seperti pada Teras Malioboro dan becak listrik, dinilai sebagai bentuk transparansi yang luar biasa dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Kita melihat bahwa Yogya ini bisa menjadi model bagaimana Dana Otsus, Dana Kekhususan, Dana Keistimewaan itu riil betul-betul memberikan manfaat dan terbuka, transparan,” ucap Tito.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)