Akses Menuju Pelabuhan Tanjung Priok Lumpuh Total

Ratusan mobil terjebak kemacetan di pintu keluar tol dan Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Foto: ANTARA/Mario Sofia Nasution

Akses Menuju Pelabuhan Tanjung Priok Lumpuh Total

Fachri Audhia Hafiez • 25 May 2026 18:59

Jakarta: Akses urat nadi logistik di Jalan Yos Sudarso menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, lumpuh total akibat kepungan ratusan truk kontainer yang terjebak kemacetan panjang pada Senin sore hingga malam, 25 Mei 2026. Penumpukan kendaraan besar ini dipicu oleh lambatnya proses bongkar muat di sejumlah depo komersial.

“Kemacetan ini akibat aktivitas depo kontainer di BSA, Temas, dan Seacon,” kata Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara, Rudi Saptari, di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 25 Mei 2026.
 


Rudi memaparkan bahwa eskalasi volume kendaraan besar ini mulai terjadi sejak Senin sore dan terus memburuk menjelang pergantian malam. Guna mengantisipasi penguncian arus total, otoritas perhubungan siber langsung menerjunkan tim urai ke titik-titik krusial penumpukan.

“Petugas sudah di lapangan melakukan pengaturan,” tegas Rudi.

Menurut peta pantauan siber di lapangan, personel gabungan ditempatkan mulai dari simpul Jalan Jampea, Yos Sudarso, Traffic Light (TL) Permai, Pos 9, TL Kramat, hingga TL Kebon Baru. Kendati demikian, ekor kemacetan dilaporkan telah mengular hingga berdampak serius pada jalur bebas hambatan Tol Ancol menuju Tanjung Priok, serta arah sebaliknya dari Tol Cawang.
 
Akibat kendaraan yang tidak kunjung bergerak selama berjam-jam, sejumlah sopir truk kontainer memilih mematikan mesin kendaraan mereka di tengah jalan untuk menghemat bahan bakar. Kondisi ini kian memperparah stagnasi jalur logistik utama tersebut.

Melihat situasi yang kian kritis, petugas jalan tol terpaksa mengambil tindakan diskresi darurat dengan membuka pembatas jalan di titik strategis tol.

“Ini akibat aktivitas pelabuhan, makanya macet panjang,” ujar salah seorang petugas jalan tol.

Petugas juga membuka barrier tol di depan Menara Pelindo, agar sebagian kendaraan kecil dan truk tangki dapat memutar balik dan terhindar dari kemacetan horor tersebut.

(Fachri Audhia Hafiez)