ilustrasi medcom.id
Kasus Kematian Pejabat BKAD Purwakarta, Polisi Temukan Plafon Rumah Jebol
Reza Sunarya • 17 June 2026 19:07
Purwakarta: Tim Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri bersama Polda Jawa Barat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di kediaman korban Yogi Saleh, 46. Korban merupakan Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta.
Olah TKP lanjutan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang ditemukan bersimbah darah di dalam rumahnya pada Minggu malam, 14 Juni 2026. Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan penyidik masih terus bekerja dan mengumpulkan berbagai alat bukti. Tim juga mendalami sejumlah temuan di lokasi kejadian.
"Kami masih terus melakukan pendalaman terhadap berbagai temuan di TKP untuk mengungkap penyebab kematian korban," ujar AKP I Made Purwantara di Purwakarta, Rabu, 17 Juni 2026.
Penyidik telah memeriksa sedikitnya lima saksi yang terdiri dari istri korban, mertua korban, serta tiga rekan kerja Yogi Saleh. Pemeriksaan saksi dilakukan untuk mengumpulkan keterangan dan informasi yang dapat mengungkap peristiwa kematian korban.
Baca Juga :
Polisi Segera Umumkan Hasil Penyelidikan Kasus Keluarga Tewas saat Glamping di Temanggung
Tim penyidik juga telah menyita ponsel milik korban dan istrinya. Kedua perangkat tersebut kini sedang dianalisis oleh tim dari Polda Jawa Barat untuk menelusuri komunikasi dan aktivitas digital yang mungkin terkait dengan kasus ini.
Tim identifikasi turut mendalami kondisi plafon rumah yang ditemukan jebol dengan sebuah tangga berada tepat di bawahnya. Temuan tersebut menjadi salah satu fokus dalam olah TKP lanjutan karena diduga berkaitan dengan upaya pelaku masuk atau keluar dari rumah korban.
.jpg)
Ilustrasi Medcom.id
"Kami mendalami kondisi plafon yang jebol dan tangga yang berada di bawahnya untuk mengetahui apakah ada kaitannya dengan kejadian," kata AKP I Made.
Dari hasil autopsi sementara, polisi menemukan empat luka pada tubuh korban. Rinciannya, tiga luka tusuk di bagian leher dan satu luka tusuk di bagian ulu hati. Temuan luka tusuk ini menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kematian Yogi Saleh. Polisi masih terus melakukan penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan bukti-bukti tambahan di lapangan.