Harga Emas Menguat, Berpeluang Tembus USD5.047

Ilustrasi emas batangan. Foto: Investopedia.

Harga Emas Menguat, Berpeluang Tembus USD5.047

Husen Miftahudin • 10 April 2026 12:56

Jakarta: Pergerakan harga emas dunia sepanjang pekan ini menunjukkan kinerja yang cukup solid dengan kecenderungan menguat, seiring kombinasi sentimen teknikal dan fundamental yang saling mendukung. Berdasarkan analisis dari Dupoin Futures, logam mulia tersebut berhasil mempertahankan tren bullish dalam jangka pendek, dengan peluang lanjutan kenaikan yang masih terbuka.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengungkapkan secara teknikal, XAU/USD saat ini berada dalam struktur tren naik pada timeframe H4. Sinyal penguatan terlihat jelas setelah harga berhasil menembus (breakout) area Moving Average 21 dan 34, yang sebelumnya menjadi resistance dinamis. Kini, kedua level tersebut telah berubah fungsi menjadi area support yang menopang pergerakan harga.

"Keberhasilan breakout ini menjadi indikasi kuat tekanan beli masih mendominasi pasar. Selama harga mampu bertahan di atas area Moving Average tersebut, maka struktur bullish akan tetap terjaga. Hal ini memberikan ruang bagi emas untuk melanjutkan tren kenaikan dalam waktu dekat," ungkap Geraldo dalam analisis harian, Jumat, 10 April 2026.

Dari sisi indikator teknikal, Stochastic juga memperkuat sinyal positif. Saat ini, indikator tersebut berada di atas level 50 dan bergerak naik (pointing up), yang menandakan momentum bullish masih cukup kuat. Kondisi ini mencerminkan minat beli masih konsisten dan belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan signifikan.

Dengan kombinasi sinyal tersebut, XAU/USD diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance terdekat di kisaran 4.946. Jika level ini berhasil ditembus, maka peluang untuk melanjutkan penguatan ke target berikutnya di sekitar 5.047 menjadi semakin terbuka.

"Level-level ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi perdagangan jangka pendek," terang Geraldo.
 

Baca juga: Harga Emas Dunia Naik di Tengah Harapan Gencatan Senjata
 

Fed bakal longgarkan kebijakan moneter


Dari sisi fundamental, penguatan harga emas sepanjang pekan ini juga didorong oleh berbagai faktor global yang mendukung. Salah satu katalis utama berasal dari ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve. Investor semakin yakin bank sentral Amerika Serikat tersebut akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya, termasuk membuka peluang penurunan suku bunga, seiring dengan tren inflasi yang menunjukkan perlambatan.

Ekspektasi pelonggaran kebijakan ini berdampak pada penurunan yield obligasi AS, yang pada gilirannya mengurangi daya tarik aset berbunga. Dalam kondisi seperti ini, emas menjadi alternatif investasi yang lebih menarik karena tidak memberikan imbal hasil tetap namun memiliki nilai lindung terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Selain itu, pelemahan dolar AS turut menjadi faktor penting yang menopang kenaikan harga emas. Hubungan terbalik antara dolar dan emas membuat logam mulia ini cenderung menguat ketika mata uang AS melemah. Dengan dolar yang lebih lemah, emas menjadi lebih terjangkau bagi investor global, sehingga mendorong peningkatan permintaan.


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Posisi emas sebagai aset safe haven makin kuat


Di sisi lain, kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian serta dinamika geopolitik turut memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven. Dalam situasi pasar yang penuh kehati-hatian atau risk uncertainty, investor cenderung mengalihkan dana mereka ke instrumen yang dianggap lebih aman, seperti emas.

Sentimen tersebut terlihat cukup dominan sepanjang pekan ini, dengan volatilitas pasar tetap tinggi dan mendorong investor untuk menjaga eksposur pada aset lindung nilai. Permintaan yang stabil dari investor institusi maupun bank sentral juga menjadi faktor pendukung tambahan bagi penguatan harga emas.

Secara keseluruhan, pergerakan harga emas sepanjang minggu ini mencerminkan kombinasi kuat antara faktor teknikal dan fundamental yang saling memperkuat. Dengan struktur bullish yang masih terjaga dan dukungan sentimen global yang positif, XAU/USD diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren kenaikan dalam jangka pendek hingga menengah.

"Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan data ekonomi global dan kebijakan moneter yang dapat memengaruhi arah pergerakan selanjutnya. Selama harga tetap bertahan di atas area support kunci, prospek penguatan emas masih akan tetap terjaga," kata Geraldo mengingatkan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)