Ilustrasi emas batangan. Foto: goldmarket.fr
Emas Bangkit dari Titik Terendah 8 Bulan, Berpotensi Akhiri Tren Pelemahan
Husen Miftahudin • 4 July 2026 09:13
Chicago: Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Jumat waktu setempat setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan meredakan spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Kondisi tersebut mendorong pemulihan harga logam mulia yang sebelumnya sempat tertekan.
Emas batangan diperkirakan membukukan kenaikan mingguan pertama dalam lima pekan setelah sempat menyentuh level terendah dalam delapan bulan pada awal pekan.
Mengutip Investing.com, Sabtu, 4 Juli 2026, harga emas spot naik 1,1 persen menjadi USD4.170,99 per troy ons. Sementara itu, harga emas berjangka menguat 1,4 persen menjadi USD4.182,36 per troy ons.
Dalam sepekan terakhir, harga emas spot tercatat meningkat sekitar dua persen. Adapun, volume perdagangan relatif tipis menjelang libur pasar di Amerika Serikat.
Harga emas melonjak pada Kamis setelah data nonfarm payrolls ASmenunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Juni berada di bawah ekspektasi pasar. Data tersebut meredakan perkiraan kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Pasar tenaga kerja yang kuat selama ini menjadi salah satu indikator penting bagi bank sentral AS dalam menentukan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Rilis data tersebut memberikan sentimen positif bagi emas setelah logam mulia itu mengalami tekanan sepanjang kuartal kedua akibat meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga.
Selama kuartal yang berakhir pada Juni, harga emas kehilangan sekitar 13 persen, sekaligus menghapus seluruh penguatan yang sempat dibukukan sejak awal tahun.
| Baca juga: Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Hari Ini Diramal Bisa Tembus USD4.330/Troy Ons |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Pelemahan dolar angkat harga logam mulia
Indeks dolar AS melemah dari level tertinggi hampir 13 bulan setelah data ketenagakerjaan dirilis. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga logam mulia lainnya.
Harga perak spot melonjak 2,4 persen menjadi USD62,4075 per troy ons, sedangkan harga platinum spot naik 1,9 persen menjadi USD1.656,84 per troy ons.
Meski demikian, emas dan logam mulia masih mencatatkan kinerja yang kurang menggembirakan sepanjang kuartal kedua karena kekhawatiran terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Sikap Fed masih jadi perhatian pasar
Para pembuat kebijakan The Fed menyampaikan sikap yang cenderung hawkish dalam pertemuan pada Juni. Ketua The Fed Kevin Warsh juga kembali menegaskan komitmen bank sentral mempertahankan target inflasi tahunan sebesar 2 persen.
Analis OCBC menilai prospek jangka pendek emas mulai membaik apabila data ekonomi Amerika Serikat terus menekan imbal hasil riil dan melemahkan dolar AS.
"Dalam jangka pendek, kami akan mengubah nada dari hati-hati menjadi hati-hati namun konstruktif. Emas dapat memperpanjang pemulihan jika data AS yang masuk terus membatasi imbal hasil riil dan USD," kata analis OCBC dalam sebuah catatan.
Meski demikian, OCBC mengingatkan risiko masih perlu dicermati. "Namun dengan tingkat pengangguran yang masih stabil, retorika The Fed yang masih agresif, dan risiko inflasi yang masih menjadi perhatian The Fed, kehati-hatian taktis memang diperlukan," tulis analis OCBC.
Bank asal Singapura tersebut juga telah memangkas proyeksi harga emas tahunan pada awal pekan ini. Langkah tersebut didasarkan pada ekspektasi suku bunga AS yang masih tinggi serta imbal hasil obligasi yang diperkirakan tetap menjadi hambatan bagi harga emas. OCBC turut merevisi turun proyeksi harga perak tahunannya.