Aktivitas penambangan emas marak terjadi di Sudan. (Anadolu Agency)
Tambang Emas di Sudan Runtuh, 6 Orang Tewas dan Puluhan Hilang
Willy Haryono • 24 January 2026 15:17
Khartoum – Enam orang tewas dan 12 lainnya luka-luka akibat runtuhnya sebuah tambang emas di wilayah Kordofan Selatan, Sudan selatan, menurut pernyataan Sudan Doctors Network pada Jumat malam.
Dalam pernyataannya, organisasi non-pemerintah tersebut mengatakan puluhan penambang masih dinyatakan hilang setelah terjebak di bawah reruntuhan tambang di wilayah Abu Jubaiha.
“Runtuhnya tambang emas di Abu Jubaiha telah menewaskan enam penambang dan melukai 12 lainnya. Nasib puluhan orang masih belum diketahui karena mereka terjebak di bawah reruntuhan saat pernyataan ini disampaikan,” demikian pernyataan Sudan Doctors Network yang dikutip Anadolu Agency, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kelompok tersebut mendesak peningkatan upaya penyelamatan serta pemberian bantuan medis segera bagi para korban luka. Mereka juga meminta pemerintah Sudan mengambil langkah-langkah untuk melindungi para penambang, termasuk dengan menetapkan standar keselamatan, pelatihan, dan pengawasan rutin guna mencegah kejadian serupa.
Sudan Doctors Network menilai kelalaian institusional dan lemahnya penegakan hukum telah membahayakan keselamatan para penambang. Mereka juga menyerukan agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.
Penambangan emas skala kecil di Sudan mempekerjakan lebih dari dua juta orang dan menyumbang sekitar 80 persen dari total produksi emas nasional. Meski tidak melarang aktivitas tersebut, pemerintah Sudan berupaya mengatur sektor penambangan tradisional yang kerap berlangsung dalam kondisi berbahaya.
Emas menjadi sumber devisa utama bagi Sudan setelah negara itu kehilangan sekitar tiga perempat pendapatan minyaknya usai pemisahan Sudan Selatan pada 2011, yang juga mengakibatkan hilangnya sekitar 80 persen sumber mata uang asing.
Baca juga: Sekitar 100 Penambang Ilegal Tewas Terjebak di Tambang Afrika Selatan