Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (kiri). Metro TV/Richard Alkhalik
OJK Pastikan Ketahanan Modal dan Likuiditas Perbankan Kokoh
Richard Alkhalik • 8 May 2026 10:06
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kinerja intermediasi industri perbankan nasional tetap kontributif dengan pertumbuhan stabil pada kuartal I-2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi merinci penyaluran kredit perbankan mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 9,49 persen secara tahunan atau mencapai Rp8.659 triliun pada Maret 2026.
Pertumbuhan ini, menurut Friderica ditopang kuat oleh segmen kredit investasi yang melesat 20,85 persen secara tahunan, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 5,88 persen secara tahunan, dan kredit modal kerja 4,38 persen secara tahunan.
Ia mengatakan kualitas kredit pun terpantau sangat sehat dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross di level 2,1 persen dan NPL net sebesar 0,8 persen.
"Loan at Risk (LaR) juga relatif stabil sebesar 8,9 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 13,55 persen secara tahunan, menjadi Rp10.230 triliun, dengan giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 21,37 persen, 8,36 persen, dan 11,57 persen secara tahunan," papar Friderica dalam Konferensi Pers KSSK II di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Ketahanan permodalan masih tinggi
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ketahanan permodalan perbankan saat ini berada pada tingkat yang kokoh. Rasio Kecukupan Modal atau Capital Adequacy Ratio tercatat setinggi 25,09 persen.Di sisi likuiditas, Ketua Dewan Komisioner OJK tersebut menegaskan sektor perbankan juga sangat memadai dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) pada angka 84,64 persen.
"Alat Likuid/Non-Core Deposit atau AL/NCD dan Alat Likuid per Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing tercatat sebesar 122,55 persen dan 27,85 persen, jauh di atas threshold masing-masing yaitu sebesar 50 dan 100 persen," pungkasnya.