Mojtaba Khamenei jadi kandidat kuat pengganti Ayatollah Ali Khamenei. Foto: SAMA News Agency
Profil Mojtaba, Putra Ayatollah Khamenei dan Calon Kuat Pemimpin Iran
Muhamad Marup • 6 March 2026 14:52
Jakarta: Usai Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel di Teheran, Iran pada 28 Februari 2026 lalu, Iran masih belum mengumumkan sosok penggantinya.
Satu nama muncul sebagai calon terkuat ialah Mojtaba Khamenei, putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam laporan berjudul Unmasking the Bayt, Mojtaba dianggap paling berpengaruh secara politik dan sering disebut sebagai calon penerus ayahnya dibanding saudara-saudaranya yang lain.
Metrotvnews.com telah merangkum profil dan perjalanan politik Mojtaba Khamenei. Berikut kisahnya.
Masa Kecil dan Kehidupan Pribadi
Lahir di di Mashhad pada tahun 1969, masa kecil Mojtaba bertepatan dengan kemunculan ayahnya sebagai tokoh revolusioner terkemuka melawan monarki Iran, Shah Mohammad Reza Pahlavi.
Pada momen ini, Mojtaba kecil kerap menyaksikan ayahnya mendapat penyiksaan atas aksi-aksi revolusinya.
Setelah Revolusi Islam tahun 1979, nasib politik keluarganya berubah secara dramatis. Mojtaba pindah dari Mashhad ke Teheran seiring ayahnya yang menempati posisi-posisi strategis. Adapun berikut rekam jejaknya.
- Mojtaba sekolah di SMA Alavi, tempat pelatihan bagi para elit rezim dan lulus pada tahun 1987.
- Mojtaba juga bertugas di angkatan bersenjata selama Perang Iran-Irak, khususnya Batalyon Habib.
- Setelah Ali Khamenei diangkat menjadi pemimpin tertinggi pada tahun 1989, Mojtaba menjadi putra mahkota dan mulai studi keagamaannya.
- Pada tahun 1999 ia sempat pindah ke Qom untuk memperdalam ilmu agamanya.
- Pada periode 1990-an akhir, profil Mojtaba mulai menguat dan selalu tampil di samping ayahnya.
- Pada 2004, Mojtaba menikahi Zahra Haddad Adel, putri mantan Ketua Parlemen Iran. Ia dikaruniai seorang putra bernama Mohammad Bagher Khamenei.

Mojtaba Khamenei. (Morteza Nikoubazl/NurPhoto via CNN)
Intrik Politik
Dalam laporan Mojtaba Khamenei: The Supreme Leader’s Gatekeeper & Guardian, pada tahun 2005, Mojtaba dilaporkan campur tangan dalam pemilihan presiden.
Mehdi Karroubi, mantan ketua parlemen Iran dan Calon Presiden Iran saat itu, menuduh Mojtaba memberikan dukungan penting kepada Mahmoud Ahmadinejad yang terpilih sebagai Presiden Iran.
Dalam pemilihan tahun 2009, intervensi ini berlanjut, dengan laporan bahwa Mojtaba merekayasa kemenangan pemilihan kembali presiden Ahmadinejad.
Karier Militer
Karier militer dimulai pada 1987 dengan masuk ke Angkatan Darat. Pada tahun yang sama, dia menjadi anggota satuan Divisi Mohammad Rasulullah ke-27.
Setelahnya, ia menempuh karier militer di Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran. Dia pernah memimpin Habib Ring dan memiliki pengaruh besar di Basij, salah satu sayap organisasi IRGC.
Mojtaba sering terlibat misi selama perang Iran-Irak, seperti Operasi Beit ol-Moqaddas 2, Operasi Beit ol-Moqaddas 4
Operasi Fajar 10.
Ia juga terlibat dalam menghentikan Gerakan Hijau Iran pada 2009-2010. Adapun aksi tersebut merupakan protes adanya kecurangan atas terpilihnya Mahmoud Ahmadinejad sebagai Presiden Iran.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com