Wall Street Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Baru

Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Mentarimulia.co.id

Wall Street Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Baru

Husen Miftahudin • 16 June 2026 08:03

New York: Indeks saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat menguat, dengan Nasdaq naik sebanyak tiga persen dan Dow mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa.

Ini terjadi setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dan membuka kembali Selat Hormuz. Kondisi tersebut membuat kekhawatiran inflasi mereda seiring dengan penurunan harga minyak mentah.

Mengutip Xinhua, Selasa, 16 Juni 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 468,77 poin atau 0,92 persen menjadi 51.671,03. Indeks S&P 500 bertambah 122,83 poin atau 1,65 persen menjadi 7.554,29. Indeks Nasdaq Composite meningkat sebesar 795,1 poin atau 3,07 persen menjadi 26.683,94.

Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir positif, dengan sektor teknologi dan layanan komunikasi memimpin kenaikan masing-masing sebesar 3,39 persen dan 2,42 persen. Sementara itu, sektor energi dan real estat memimpin penurunan masing-masing sebesar 3,58 persen dan 0,9 persen.

Sementara mengutip Investing.com, di bursa AS sebanyak 21,29 miliar saham berpindah tangan dibandingkan dengan rata-rata 20,82 miliar saham selama 20 sesi terakhir.

Jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,77 berbanding 1 di NYSE, di mana terdapat 502 saham yang mencapai harga tertinggi baru dan 90 saham yang mencapai harga terendah baru.

Di Nasdaq, sebanyak 3.034 saham naik dan 1.900 saham turun, dengan jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,6 berbanding 1. 

Indeks S&P 500 mencatatkan 41 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 3 rekor terendah baru, sementara Indeks Nasdaq Composite mencatatkan 202 rekor tertinggi baru dan 89 rekor terendah baru.
 

Baca juga: Kontrak Berjangka Wall Street Melejit setelah AS-Iran Sepakat Berdamai
 

Kesepakatan damai AS-Iran bakal ditandantangani Jumat


Adapun, kerangka kesepakatan awal AS-Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dan membuka kembali Selat diperkirakan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat mendatang. Namun, tidak jelas apakah kesepakatan itu membahas isu-isu penting seperti program nuklir Teheran dan konflik Israel-Lebanon.

Meskipun demikian, harga minyak mentah berjangka AS turun 4,9 persen setelah berita tersebut dan mencapai level terendah sejak Maret, yang menguntungkan saham maskapai penerbangan dan perusahaan pelayaran yang sensitif terhadap energi, tetapi merugikan saham sektor energi.

Saham-saham teknologi yang sensitif terhadap suku bunga melonjak karena investor merasa lebih nyaman mengambil risiko yang lebih besar seiring dengan penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi.  

Salah satu harapan di kalangan investor adalah dimulainya kembali aliran minyak dari Timur Tengah dan penurunan harga minyak mentah dapat memberi ruang bagi Federal Reserve AS, yang sedang bergulat dengan inflasi, untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil alih-alih menaikkan biaya pinjaman. 


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
 

Investor menanti kebijakan moneter Fed


Selain kesepakatan Iran, fokus besar lainnya minggu ini adalah pembaruan kebijakan bank sentral AS berikutnya, yang dijadwalkan pada Rabu, setelah pertemuan kebijakan pertama Ketua Kevin Warsh sejak ia mengambil alih jabatan dari Jerome Powell bulan lalu. Pertemuan tersebut menyusul data inflasi Mei yang menunjukkan kenaikan biaya energi yang berdampak pada harga konsumen. 

Para pedagang memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu ini, tetapi masih memperkirakan probabilitas hampir 42 persen untuk kenaikan 25 basis poin pada akhir tahun, menurut alat FedWatch dari CME Group.

Di pasar saham individual, saham SpaceX melonjak 19,6 persen pada hari kedua perdagangannya setelah IPO perusahaan yang dipimpin Elon Musk tersebut mendorong valuasi perusahaan melampaui USD2 triliun. Harga penutupan saham pada Senin adalah USD192,46 dibandingkan dengan harga IPO sebesar USD135. 

Para investor merasa lega dengan debut pasar yang kuat pada Jumat karena mereka berharap peluncuran bersejarahnya di Nasdaq akan menjadi pertanda baik bagi pasar yang lebih luas dan bagi IPO OpenAI dan Anthropic yang sangat dinantikan yang diharapkan akan terjadi akhir tahun ini.

(Husen Miftahudin)