FIB UGM Buka Suara Soal Staf Terlibat Kekerasan Daycare Little Aresha

Bangunan depan Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

FIB UGM Buka Suara Soal Staf Terlibat Kekerasan Daycare Little Aresha

Ahmad Mustaqim • 4 May 2026 14:56

Yogyakarta: Staf aktif pengajar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Cahyaningrum Dewojati, disebut terlibat dalam kasus kekerasan di Daycare Little Aresha. Namanya tercatat dalam struktur daycare tersebut sebagai penasihat yayasan.

"Kami membenarkan bahwa Dr. Cahyaningrum Dewojati adalah staf pengajar aktif di FIB UGM. Namun, perlu kami tegaskan bahwa peran beliau dalam yayasan tersebut dilakukan sepenuhnya dalam kapasitas pribadi," kata Dekan FIB UGM, Setiadi, Senin, 4 Mei 2026.

Ia mengatakan FIB UGM secara kelembagaan tidak memiliki hubungan hukum, kerja sama, maupun keterlibatan operasional apa pun dengan Yayasan Daycare Little Aresha. Ia menegaskan segala aktivitas di luar tugas akademik fakultas merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.
 


"FIB UGM terus memantau dengan saksama seluruh aspirasi, masukan, dan desakan yang berkembang di tengah masyarakat terkait status dosen yang bersangkutan. Kami memandang hal ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap integritas institusi pendidikan," tegasnya.

Sebagai institusi pendidikan, FIB UGM menjaga posisi netral dan objektif. Ia menyebutkan institusi tersebut tidak memberikan pembelaan hukum secara kelembagaan terhadap tindakan yang berada di luar ranah kedinasan dan akademik.

"Kami terus melakukan pemantauan perkembangan kasus ini secara saksama. Pihak fakultas terus berkoordinasi dengan universitas untuk mengambil langkah-langkah tindak lanjut sesuai dengan peraturan disiplin kepegawaian yang berlaku di UGM," ujarnya.

Setiadi mengungkapkan keprihatinan yang sedalam-dalamnya atas dugaan tindak kekerasan yang terjadi. Ia menilai segala bentuk kekerasan terhadap anak sebagai tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan yang dijunjung tinggi.

"Kami menyampaikan rasa empati dan solidaritas yang tulus kepada para korban, anak-anak, serta orang tua/keluarga yang terdampak. Kesejahteraan psikologis dan pemulihan para penyintas harus dan tetap menjadi prioritas utama semua pihak," ucapnya.


Warga melintas di dekat penitipan anak atau daycare Little Aresha yang disegel polisi di Umbulharjo, Yogyakarta, Minggu, 26 April 2026. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/nz


Ia sepenuhnya mendukung langkah-langkah penegakan hukum yang sedang dilakukan oleh Polresta Yogyakarta. FIB UGM berkomitmen untuk bersikap kooperatif. 

"FIB UGM berharap agar proses hukum ini dapat berjalan dengan transparan, adil, dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak, terutama dalam memberikan keadilan bagi para korban. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya ruang aman bagi anak. FIB UGM mendukung penuh terciptanya lingkungan sosial yang inklusif dan bebas dari kekerasan," jelasnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Komisaris Riski Adrian masih mendalami pihak-pihak di luar 13 tersangka yang sudah ditahan. Ia mengatakan pemeriksaan dosen UGM tersebut bergantung hasil penyidikan para tersangka. 

"Kalau emang dari hasil pemeriksaan itu, ini ya kita akan lakukan pemanggilan untuk klarifikasi," tambahnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)