Seorang prajurit Rusia menaiki kendaraan lapis baja dalam perang melawan Ukraina. (Anadolu Agency)
Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Telah Direkrut Rusia untuk Ikut Berperang
Willy Haryono • 31 August 2026 14:36
Kyiv: Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU) menuding Rusia secara sistematis merekrut warga negara asing, termasuk dari Indonesia, untuk memperkuat pasukannya dalam perang melawan Ukraina.
Mengutip dari situs SZRU tertanggal 27 Agustus 2026, disebutkan bahwa Ukraina telah memperoleh dokumen mengenai sedikitnya delapan warga negara Indonesia (WNI) yang telah direkrut ke dalam jajaran pasukan Rusia.
Menurut badan intelijen Ukraina tersebut, perekrutan warga asing dilakukan Rusia untuk mengatasi kekurangan personel di garis depan sekaligus mendukung narasi Kremlin mengenai dukungan internasional terhadap perang di Ukraina.
SZRU juga mengaitkan perekrutan warga asing dengan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat Rusia terhadap kondisi sosial-ekonomi dan perang yang berlangsung sejak 2022.
Badan tersebut mengklaim tingkat ketidakpuasan di Rusia mencapai 69 persen, sementara keinginan warga untuk mendaftar secara sukarela disebut menurun.
Janji Gaji hingga Kewarganegaraan
SZRU mengatakan pola perekrutan warga asing yang digunakan Rusia telah diterapkan di sejumlah negara.Menurutnya, calon anggota militer asing ditawarkan gaji tinggi, tugas non-tempur, percepatan pemberian kewarganegaraan Rusia, serta berbagai tunjangan sosial.
Namun, SZRU menuduh sebagian dari mereka pada akhirnya dikirim ke garis depan tanpa mendapatkan pelatihan yang memadai.
Pola serupa, menurut badan intelijen Ukraina, sebelumnya digunakan terhadap warga Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Sejumlah warga negara asing disebut tewas dalam beberapa pekan pertama setelah berada di medan perang.
SZRU menilai Indonesia kini menjadi salah satu negara yang warganya direkrut Rusia untuk memenuhi kebutuhan personel dalam perang.
Indonesia disebut menjadi perhatian karena merupakan negara dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.
Baca juga: Eks Marinir Satria Gabung Militer Rusia Disebut Kehilangan Hak WNI