Inflasi Zona Euro Naik 3,2% di Agustus 2026

Ilustrasi, seorang wanita berbelanja di supermarket di Brussels, Belgia. Foto: Gao Yi/Xinhua.

Inflasi Zona Euro Naik 3,2% di Agustus 2026

Husen Miftahudin • 18 September 2026 11:05

Frankfurt: Inflasi tahunan zona euro mencapai 3,2 persen pada Agustus 2026. Angka tersebut meningkat dari 2,9 persen pada Juli dan masih berada di atas target inflasi Bank Sentral Eropa (ECB) sebesar dua persen.

Berdasarkan data final Eurostat yang dikutip dari Investing.com, Jumat, 18 September 2026, inflasi bulanan zona euro tercatat 0,4 persen pada Agustus. Angka tahunan tersebut juga lebih tinggi dibandingkan 2,0 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan inflasi zona euro pada Agustus turut dipengaruhi komponen energi. Eurostat mencatat energi memberikan kontribusi 1,29 poin persentase terhadap inflasi tahunan zona euro.

Selain energi, sektor jasa memberikan kontribusi 1,43 poin persentase, barang industri nonenergi sebesar 0,30 poin persentase, serta makanan, alkohol, dan tembakau sebesar 0,22 poin persentase. Inflasi energi tercatat 14,3 persen secara tahunan pada Agustus, sedangkan inflasi jasa mencapai 3,0 persen.
 

 

Inflasi inti masih di atas target


Jika komponen energi dikeluarkan, inflasi tahunan zona euro berada di level 2,1 persen. Sementara inflasi yang tidak memasukkan energi, makanan, alkohol, dan tembakau tercatat 2,4 persen.

Secara bulanan, inflasi inti yang tidak memasukkan energi, makanan, alkohol, dan tembakau mencapai 0,2 persen pada Agustus. Data tersebut menunjukkan tekanan harga di luar komponen energi masih berada di sekitar atau di atas target ECB.


Bank of England Tahan Suku Bunga di Level 3,75%

(Gedung Bank of England di London, Inggris. Foto: Xinhua/Han Yan)
 

ECB naikkan suku bunga


Perkembangan inflasi berlangsung setelah ECB menaikkan tiga suku bunga acuannya masing-masing 25 basis poin pada 10 September 2026. Bank sentral menyebut konflik di Timur Tengah terus memberikan tekanan terhadap inflasi dan memperkirakan inflasi tetap berada jauh di atas target untuk periode yang lebih panjang.

Dalam proyeksi September, ECB memperkirakan inflasi utama zona euro rata-rata mencapai 3,0 persen pada 2026, sebelum turun menjadi 2,5 persen pada 2027 dan 2,1 persen pada 2028. Untuk inflasi yang tidak memasukkan energi dan makanan, ECB memperkirakan rata-rata 2,5 persen pada 2026, 2,6 persen pada 2027, dan 2,3 persen pada 2028.

ECB juga menilai prospek ekonomi masih sangat tidak pasti. Bank sentral mencermati risiko kenaikan inflasi sekaligus risiko pelemahan pertumbuhan ekonomi akibat guncangan energi.

Dalam skenario yang disusun staf ECB, perkembangan inflasi dan pertumbuhan akan bergantung pada intensitas serta durasi guncangan energi, termasuk dampak tidak langsung dan efek lanjutan terhadap perekonomian.

(Husen Miftahudin)