Suahasil Tekankan Sinergi Lintas Lembaga untuk Jaga Kredibilitas APBN

Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan.

Suahasil Tekankan Sinergi Lintas Lembaga untuk Jaga Kredibilitas APBN

Andika Fauzan Azhari • 18 September 2026 18:50

Jakarta: Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Suahasil, koordinasi tidak hanya diperlukan di internal Kementerian Keuangan, tetapi juga dengan lembaga dan otoritas yang berkaitan dengan sektor keuangan nasional.

Sinergi internal Kemenkeu mencakup sejumlah unit, seperti Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, hingga pengelolaan utang.

Namun, menurut Suahasil, koordinasi tersebut perlu ditopang oleh penyelarasan kebijakan dengan otoritas moneter dan jasa keuangan agar setiap kebijakan fiskal memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Kredibilitas itu ya itu tadi, menunjukkan mengelola APBN sebagai suatu sinergi. Itu saja enggak cukup sebenarnya. Kalaupun sudah dilakukan sinergi di dalam Kementerian Keuangan, harus kemudian dilakukan juga sinergi dengan beberapa lembaga yang lain, kementerian yang lain, lembaga yang lain, pengelola sektor keuangan seperti BI, OJK, LPS dalam konteks KSSK, dengan Danantara sebagai sovereign wealth fund kita, sovereign wealth asset kita," ujar Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jum'at, 18 September 2026.

Menkeu menekankan, APBN dirancang untuk menjalankan tiga fungsi utama kebijakan fiskal, yakni alokasi, distribusi, dan stabilisasi, yang seluruhnya bertujuan mendorong pertumbuhan sekaligus memberikan perlindungan sosial.


Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
 

 

Transparansi dan komunikasi publik


Menkeu Suahasil, kepercayaan pasar dan publik terhadap pengelolaan fiskal sangat bergantung pada ekspektasi dan kepastian arah kebijakan. Oleh karena itu, penguatan fungsi APBN harus dibarengi dengan transparansi data serta komunikasi publik yang berkesinambungan.

Langkah ini diambil untuk mencegah munculnya spekulasi di pasar keuangan yang dapat mempersulit eksekusi kebijakan di lapangan. Penyampaian kinerja anggaran secara periodik menjadi krusial untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan dana negara.

"Jadi adalah kredibilitas dari pengelolaan republik ini dibangun di atas fondasi-fondasi yang harus cukup kokoh. APBN yang menumbuhkan, APBN yang melindungi, ini khusus APBN-nya. APBN yang harus tetap sehat, harus tetap kredibel, dikelola dengan baik, pendapatannya diperkuat, belanjanya diefisienkan, dan defisitnya dikelola secara hati-hati," tambah Suahasil.

Melalui koordinasi lintas lembaga yang solid dan pengelolaan anggaran yang cermat, Menkeu optimistis kebijakan fiskal dapat terus menjadi instrumen andalan dalam merespons tantangan ekonomi serta menjaga momentum pertumbuhan nasional.

(Ade Hapsari Lestarini)