Dita, Guru SMPN 7 Pontianak, harus menembus kepungan asap untuk menuju sekolah setiap hari agar hak siswa yang belajar daring terpenuhi. Istimewa
Dari Pontianak hingga Melawi: Di Balik Selimut Asap Karhutla, Para Guru Tetap Mengabdi
Muhamad Marup • 7 September 2026 21:21
Pontianak: Sebulan sudah kabut asap menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Selama itu pula Dita beraktivitas di tengah kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dita bukanlah petugas pemadam api karhutla. Tapi Guru SMPN 7 Pontianak itu harus berjuang melawan asap setiap menuju sekolah, meski pembelajaran digelar jarak jauh atau daring.
Pagi hari menjadi waktu di mana asap sangat pekat membatasi pandangan. Dalam kondisi jarak pandang terbatas it, Dita melewati jalan di pinggir Sungai Kapuas untuk bisa sampai ke sekolah.
"Kami sebagai guru masih tetap beraktivitas seperti biasa, melakukan pembelajaran daring dari sekolah," ujar Dita, kepada Metrotvnews.com, Senin, 7 September 2026.
Ketika mengajar Dita tetap harus berurusan dengan asap. Ia mengajar di ruang guru yang cukup terbuka. Asap leluasa mengisi ruangan, bahkan sempat memperburuk kondisi kesehatan Dita.
"Dua minggu yang lalu saya sempat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam, batuk dan pilek serta sakit tenggorokan, begitu pula dengan beberapa rekan lainnya. Ketika itu pula saya masih harus bekerja dan beraktivitas," kata Dita blak-blakan.
Ia mengisahkan, asap tebal yang menyelimuti Pontianak juga membuat kedua anaknya mengalami masalah kesehatan. Sebagai seorang ibu, hatinya hancur tak bisa menemani kedua buah hatinya. Tapi, ia memiliki amanah berat di pundak untuk memastikan hak belajar.anak-anak didiknya terpenuhi.
"Itu adalah hari yg berat dan membekas selama karhutla ini," ujar Dita mengingat pengalamannya.
Dita menyebut siswanya juga mengalami hal yang sama dengan anaknya. Meski peserta didik belajar dari rumah selama karhutla, kesehatan mereka rata-rata terganggu. Batuk pilek, demam, hingga radang tenggorokan menjadi penyakit yang menyerang banyak siswanya.
"Hal ini karena selain efek kabut asap. Juga karena mulai sulit untuk memperoleh air bersih dan galon-galon mineral mulai antre dan langka," kata Dita.
Terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ), Dita mengakui, proses pembelajaran daring memang memiliki tantangan tersendiri. Terutama untuk menjaga fokus siswa tetap belajar. Meski demikian, ia dan para guru terus berupaya agar siswa dapat optimal mendapat pembelajaran.
"Kami tidak memiliki pilihan lain selain melakukan pembelajaran secara online demi kesehatan anak anak. Namun, saya sangat berharap siswa bisa menjaga fokus dan motivasi belajarnya meskipun harus melalui jarak jauh," ucapnya.

Siswa di Pontianak, Kalimantan Barat, harus melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena asap karhutla membuat kondisi udara buruk. Istimewa
Dekat Titik Api
Sementara itu, 400 kilometer lebih ke arah timur Pontianak, tepatnya di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, kondisi jauh lebih memprihatinkan. Maryati, guru di salah satu SD, menuturkan lokasi sekolah dengan titik kebakaran tidak terlalu jauh."Hutan sepanjang jalan yang sering saya lewati mengalami kebakaran hebat dan sekarang kondisinya sangat memprihatinkan," kata Maryati.
Karhutla di Kabupaten Melawi tidak hanya berdampak pada kesehatan dan pembelajaran. Sumber ekonomi masyarakat juga terdampak.
"Terkait dengan kondisi keluarga ataupun orang tua siswa yang terdampak karhutla, sangat memprihatinkan. Terkhusus untuk orang tua yang pekerjaannya sehari-hari berladang, ada yang ladangnya terbakar," ucapnya.
Baik Maryati maupun Dita sama-sama berharap karhutla beserta dampaknya segera berakhir sehingga aktivitas pembelajaran bisa kembali seperti biasa. Keduanya juga meminta pemerintah lebih fokus lagi dalam pencegahan karhutla agar kondisi buruk saat ini tak terulang lagi.
Berjibaku padamkan api, bahu membahu lawan dampak karhutla
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga berbagai lembaga dan perusahaan konsesi berjuang memadamkan karhutla yang terjadi di Indonesia. BNPB mencatat kebakaran lahan gambut di enam provinsi rawan telah melanda total area seluas 72.008 hektare.Dari luasan tersebut, tim gabungan di lapangan berhasil memadamkan api di area seluas 71.274,29 hektare.
"Untuk provinsi yang memiliki lahan gambut yakni Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, dan Jambi itu yang terbakar 72.008 hektare. Kemudian yang berhasil dipadamkan 71.274,29 hektare," urai Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Sekitar 734,81 hektare lahan gambut yang berstatus aktif terbakar dan terus dalam penanganan intensif. Suharyanto mengingatkan bahwa luasan area terbakar ini masih sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu lantaran karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah, sehingga memungkinkan api kembali menyala meski titik di atasnya sudah dipadamkan.
"Karena sifatnya lahan gambut, nanti ketahuannya setelah sebagian dipadamkan, kemudian dilakukan lagi patroli berdasarkan hasil pantauan satelit pemerintah, Kementerian Kehutanan, dan BNPB," ujar Suharyanto.
Tidak hanya menerjunkan tim pemadaman lapangan, beragam operasi dilakukan untuk melawan dampak karhutla. Salah satunya, modifikasi cuaca.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), 10 operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan sejak awal September 2026. Sebanyak 3 di antaranya dilakukan di Kalimantan Barat.

Warga di Pontianak mengantre air bersih. Foto: Metrotvnews.com/Muhamad Marup.
Tidak hanya badan dan lembaga pemerintah yang bahu membahu melawan bencana yang dialami warga Kalimantan Barat. Beragam BUMN di bawah Danantara, warga, hingga mahasiswa juga bergotong royong meringankan beban warga. Ada yang berbagi masker gratis, ada yang menyalurkan bantuan air bersih di tengah kekeringan di Kalimantan Barat.
Beberapa posko pembagian akhir bersih bermunculan. Posko-posko tersebut mendapat banyak dukungan seperti Kesultanan Pontianak, PLN, dan Pertamina. Selain membagikan air bersih, posko juga membagikan air minum dari para donatur untuk warga yang membutuhkan.