Spanduk sambutan kepulangan 9 WNI relawan GSF terbentang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 24 Mei 2026. (Metrotvnews.com)
Sambut Kepulangan 9 WNI Relawan GSF, Dubes Palestina: Kalian Pahlawan Kami!
Dimas Chairullah • 24 May 2026 19:19
Jakarta: Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdul Fattah Ahmad Al-Satari menyambut langsung kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 24 Mei 2026.
Dalam penyambutan tersebut, Al-Satari mengatakan kesembilan relawan tersebut sebagai “pahlawan."
“Saya ingin mengatakan kepada Anda semua, kalian adalah pahlawan. Saya tahu betul bagaimana Israel, karena saya berasal dari Gaza. Saya tahu penderitaan kalian di Ashdod, tetapi kami percaya suatu hari nanti negara saya akan merdeka,” ujar Al-Satari.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas dukungan terhadap perjuangan Palestina.
Singgung Sejarah Dukungan Palestina untuk RI
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Global Peace Convoy Maimon Herawati mengatakan dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak hanya dilandasi solidaritas kemanusiaan, tetapi juga hubungan sejarah antara kedua bangsa.Maimon menyinggung peran Mufti Palestina Syekh Amin Al-Husseini yang disebut pernah menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia melalui siaran radio internasional.
Ia juga menyebut nama Ali Taher, saudagar asal Palestina yang disebut memberikan dukungan finansial bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia pada era awal republik.
“Kita sebagai bangsa berutang budi kepada bangsa Palestina. Dan utang budi itu juga yang diingat oleh Presiden Soekarno, yang menegaskan bahwa pekerjaan rumah dari Konferensi Asia Afrika adalah kemerdekaan bangsa Palestina,” kata Maimon.
Kepulangan relawan Global Sumud sebelumnya disambut pemerintah Indonesia setelah mereka sempat ditahan Israel usai armada bantuan Gaza dicegat di perairan internasional.
Baca juga: WNI Relawan GSF Mengaku Disetrum dan Diinjak di 'Bilik Eksekusi' Israel