Kampung Sawah Abadi di Kelurahan Bulutana, Gowa, Sulawesi Selatan. Foto: dok Pupuk Kaltim.
Genjot Pertanian Berkelanjutan, Pupuk Kaltim Kembangkan Eduagrowisata
Husen Miftahudin • 7 August 2026 14:24
Jakarta: PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meresmikan Kampung Sawah Abadi (KSA) di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sebagai destinasi eduagrowisata sekaligus bagian dari pengembangan pertanian berkelanjutan.
Peresmian tersebut merupakan bagian dari program Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera, dan Mandiri (PKT BERSERI) yang dijalankan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
AVP Pembangunan Sosial dan Lingkungan Departemen TJSL Pupuk Kaltim Uchin Mahazaki mengatakan program TJSL perusahaan tidak hanya difokuskan di sekitar wilayah operasional, tetapi juga menjangkau daerah distribusi sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan sektor pertanian.
"Kami bertanggung jawab bukan hanya terhadap produksi, tetapi juga wilayah distribusi kami. Sulawesi Selatan merupakan salah satu pasar Pupuk Kaltim di Indonesia Timur, sehingga menjaga kesuburan lahan di sini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial kami," ujar Uchin dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurut Uchin, pendampingan melalui PKT BERSERI disusun dalam peta jalan 2023–2027. Program dimulai pada 2023 melalui proyek percontohan dekomposer, kemudian berlanjut pada 2024 dengan pelatihan budidaya, pengendalian hama, pemupukan berimbang, pembuatan pupuk organik, serta pembangunan eco-trail sepanjang 230 meter untuk mempermudah pengangkutan hasil panen.
"Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan sasaran yang terukur. Seluruhnya akan terintegrasi sebagai satu kesatuan program yang membuka berbagai peluang usaha bagi masyarakat," papar dia
Pada 2025, program difokuskan pada penguatan kelembagaan petani, pengelolaan pascapanen, serta penyediaan alat produksi kompos. Sementara pada 2026, pengembangan diarahkan pada pembangunan infrastruktur pendukung, konservasi sawah, penguatan kelembagaan, promosi, serta pengembangan destinasi wisata hijau Bulutana.
Adapun pada 2027, kawasan tersebut ditargetkan menjadi destinasi unggulan melalui standardisasi Kampung Sawah Abadi, sertifikasi Desa Wisata Hijau Bulutana, dan pembentukan skema insentif konservasi sawah.

(Pupuk Kaltim meresmikan Kampung Sawah Abadi (KSA) di Kelurahan Bulutana, Gowa, sebagai destinasi eduagrowisata sekaligus bagian dari pengembangan pertanian berkelanjutan. Foto: dok Pupuk Kaltim)
Produktivitas petani meningkat
Ketua Pengelola Kampung Sawah Abadi Syafruddin mengatakan program PKT BERSERI memberikan dampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat, salah satunya melalui pembangunan eco-trail yang mempercepat distribusi hasil panen.
"Setelah ada jembatan, kalau panen hari ini, malamnya hasil panen sudah sampai di rumah. Itu membuat kami bisa melaksanakan tiga kali panen dalam satu tahun," ujar Syafruddin.
Sebelum program dijalankan, produktivitas lahan tercatat sekitar 4 ton per hektare dengan indeks tanam dua kali setahun. Setelah pendampingan dilakukan, produktivitas meningkat menjadi 6-7 ton per hektare, sementara frekuensi panen bertambah menjadi tiga kali dalam setahun.
Program tersebut juga melibatkan pemuda setempat dalam pengelolaan kawasan wisata. Sebagian pendapatan dari pengelolaan eco-trail dialokasikan kembali untuk mendukung kebutuhan petani, seperti penyediaan benih, pupuk, hingga pembayaran pajak lahan.
Selain itu, dikembangkan pula sistem digital Sipadi yang memungkinkan wisatawan ikut berpartisipasi dalam penanaman padi sekaligus memantau perkembangan tanaman melalui aplikasi.
"Pendapatan para pemuda dari eco-trail sebagian dialokasikan kembali untuk bibit, pupuk, bahkan pembayaran pajak lahan agar manfaatnya dapat dirasakan bersama," kata Syafruddin.