Ilustrasi. Foto: Dok MI
Jelang Iduladha, Ini Perbedaan Kurban dan Aqiqah yang Perlu Dipahami Umat Muslim
Putri Purnama Sari • 9 May 2026 12:35
Jakarta: Menjelang Hari Raya Iduladha 1477 Hijriah, banyak umat Muslim mulai mencari tahu tentang ibadah kurban, termasuk perbedaannya dengan aqiqah. Meski sama-sama menyembelih hewan, aqiqah dan kurban memiliki tujuan, waktu pelaksanaan, hingga ketentuan yang berbeda dalam Islam.
Masih banyak masyarakat yang menganggap aqiqah dan kurban adalah ibadah yang sama. Padahal, keduanya memiliki makna dan hukum tersendiri sesuai syariat Islam. Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim memahami perbedaan aqiqah dan kurban agar tidak keliru dalam pelaksanaannya.
Dilansir dari laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), berikut pengertian aqiqah dan kurban lengkap dengan perbedaannya.
Pengertian Aqiqah
Aqiqah merupakan ibadah penyembelihan kambing atau domba yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Umumnya, aqiqah dilaksanakan oleh orang tua setelah bayi lahir.
Dalam pandangan ulama Muhammad Abd al-Qadir ar-Razi, aqiqah berasal dari kata ‘iqqah’ yang merujuk pada rambut bayi yang tumbuh sejak lahir. Istilah tersebut kemudian digunakan untuk menyebut hewan yang disembelih atas nama bayi yang baru lahir.
Sementara itu, ulama Abu Bakr al-Bakri ad-Dimyati dalam kitab I’anatu at-Thalibin menjelaskan bahwa secara bahasa aqiqah berarti rambut yang ada di kepala bayi saat lahir. Sedangkan secara istilah, aqiqah adalah hewan sembelihan yang dilakukan ketika rambut bayi dicukur.
Baca Juga :
Pengertian Kurban
Kurban merupakan ibadah penyembelihan hewan yang dilakukan umat Islam pada Hari Raya Iduladha, tepatnya pada 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik. Ibadah ini menjadi salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS.
Hewan yang biasa digunakan untuk kurban antara lain kambing, domba, sapi, hingga unta sesuai ketentuan syariat Islam.
Perbedaan Aqiqah dan Kurban

Ilustrasi Medcom.id
Meski sama-sama melibatkan penyembelihan hewan, aqiqah dan kurban memiliki sejumlah perbedaan mendasar, di antaranya:
1. Tujuan Pelaksanaan
Aqiqah dilakukan sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak. Sedangkan kurban dilaksanakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT pada momen Hari Raya Iduladha.
2. Waktu Pelaksanaan
Aqiqah bisa dilakukan setelah bayi lahir dan tidak terikat waktu tertentu, meski dianjurkan pada hari ketujuh kelahiran anak. Sementara itu, kurban hanya dapat dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik.
3. Jenis dan Pembagian Daging
Pada ibadah kurban, sebagian daging dianjurkan untuk dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar. Sebagian ulama membagi daging kurban menjadi tiga bagian, yakni untuk keluarga yang berkurban, fakir miskin, dan sisanya dapat disimpan.
Sedangkan pada aqiqah, pembagian daging hukumnya sunnah dan umumnya dibagikan kepada kerabat, tetangga, maupun sesama Muslim.
4. Tujuan Sosial dan Ibadah
Kurban memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial yang kuat karena bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan saat Iduladha. Adapun aqiqah lebih berfokus sebagai ungkapan rasa syukur keluarga atas kelahiran anak.
Dengan memahami perbedaan aqiqah dan kurban, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan kedua ibadah tersebut sesuai tuntunan syariat Islam.