6 Manfaat Cuci Hidung untuk Membersihkan Debu akibat Polusi Udara

Ilustrasi freepik

6 Manfaat Cuci Hidung untuk Membersihkan Debu akibat Polusi Udara

Putri Purnama Sari • 14 October 2026 17:33

Jakarta: Di tengah maraknya polusi udara akibat karhutla yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, menjaga kesehatan saluran pernapasan menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Paparan debu dan partikel polutan di udara dapat memicu iritasi pada hidung hingga memperburuk keluhan pernapasan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap polusi.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kebersihan rongga hidung adalah dengan melakukan cuci hidung. Prosedur ini dilakukan menggunakan larutan saline untuk membantu membersihkan lendir, debu, dan alergen yang menempel di dalam rongga hidung.

Dokter Renno Adi, Sp.THT-BKL, selaku dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), menganjurkan masyarakat untuk melakukan cuci hidung secara rutin sesuai kebutuhan, terutama di tengah paparan polusi udara yang dapat membawa debu dan partikel kotoran ke dalam rongga hidung.

Namun, prosedur ini bukan pengganti pengobatan utama. Apabila keluhan hidung disebabkan oleh infeksi atau kondisi medis tertentu, penanganan tetap perlu disesuaikan dengan penyebabnya.

Lantas, apa saja manfaat cuci hidung dan bagaimana cara melakukan? Berikut informasinya.

Manfaat Cuci Hidung bagi Kesehatan

Cuci hidung memiliki sejumlah manfaat, terutama untuk menjaga kebersihan rongga hidung dan membantu mengurangi keluhan pernapasan. Berikut beberapa manfaatnya.

1. Membantu Meredakan Hidung Tersumbat

Penumpukan lendir di dalam rongga hidung dapat membuat seseorang merasa sulit bernapas melalui hidung. Cuci hidung membantu mengeluarkan lendir berlebih sehingga saluran hidung terasa lebih lega.

2. Membersihkan Debu dan Alergen

Debu, serbuk sari, dan partikel lain yang terhirup dapat memicu iritasi atau reaksi alergi pada sebagian orang. Pembilasan menggunakan larutan saline membantu mengeluarkan partikel tersebut dari rongga hidung.

3. Mengurangi Lendir yang Mengalir ke Tenggorokan

Lendir yang mengalir dari rongga hidung ke bagian belakang tenggorokan dikenal sebagai postnasal drip. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan keinginan untuk terus membersihkan tenggorokan.

Cuci hidung dapat membantu mengurangi lendir yang menumpuk dan meredakan keluhan tersebut.

4. Membantu Meredakan Gejala Sinusitis

Sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus yang dapat menyebabkan hidung tersumbat, lendir berlebih, serta rasa nyeri atau tekanan pada wajah.

Cuci hidung dapat membantu membersihkan lendir dan mendukung perawatan sinusitis. Meski demikian, tindakan ini tidak selalu mengatasi penyebab sinusitis sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan apabila gejalanya menetap atau memburuk.

5. Membantu Menjaga Fungsi Penciuman

Penumpukan lendir dan peradangan pada rongga hidung dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam mencium bau. Dengan membantu membersihkan rongga hidung, cuci hidung dapat mendukung perbaikan fungsi penciuman pada kondisi tertentu.

6. Membantu Mengatasi Bau Mulut

Bau mulut dapat berkaitan dengan penumpukan lendir di bagian belakang hidung yang mengalir ke tenggorokan atau postnasal drip. Cuci hidung membantu membersihkan lendir dan partikel kotoran yang menumpuk. Namun, bau mulut juga dapat disebabkan oleh masalah gigi, gusi, atau kondisi kesehatan lainnya.
 

Cara Melakukan Cuci Hidung dengan Benar


Ilustrasi freepik

Cuci hidung dapat dilakukan menggunakan alat khusus, seperti neti pot, botol pembilas hidung, atau alat suntik khusus tanpa jarum yang dirancang untuk prosedur tersebut. Berikut langkah-langkah yang dapat diperhatikan.

1. Siapkan alat untuk cuci hidung

Peralatan utama yang dibutuhkan untuk mencuci hidung di rumah, yaitu meliputi larutan garam atau larutan saline dan alat untuk memasukkannya ke dalam hidung. Beberapa alat yang dapat digunakan antara lain neti pot atau bulb syringe. Peralatan tersebut umumnya tersedia di apotek.

2. Siapkan larutan garam

Apabila telah tersedia larutan saline siap pakai dari apotek, tahap ini dapat dilewati. Namun, jika ingin membuat larutan sendiri, gunakan air steril, air distilasi, atau air yang telah direbus hingga mendidih dan kemudian didinginkan. Campurkan air tersebut dengan garam yang sesuai takaran serta sedikit soda kue jika diperlukan.

Hindari menggunakan air keran secara langsung karena dapat mengandung mikroorganisme yang berbahaya jika masuk ke rongga hidung.

3. Posisikan tubuh dengan nyaman

Selanjutnya, disarankan untuk berdiri di depan wastafel agar larutan yang keluar tidak mengotori area sekitar. Condongkan tubuh sedikit ke depan, kemudian miringkan kepala ke salah satu sisi. Pertahankan posisi tersebut selama proses cuci hidung berlangsung agar larutan dapat mengalir dengan baik.

4. Lakukan proses cuci hidung

Letakkan ujung neti pot atau bulb syringe pada lubang hidung bagian atas. Buka mulut dan bernapaslah melalui mulut selama proses berlangsung. Masukkan larutan secara perlahan sesuai petunjuk penggunaan alat, tanpa memberikan tekanan berlebihan.

Larutan biasanya akan mengalir keluar melalui lubang hidung yang berlawanan. Jika sebagian larutan masuk ke mulut, keluarkan dengan cara meludahkannya. Hentikan proses apabila timbul rasa sakit, tekanan pada telinga, atau ketidaknyamanan.

5. Bersihkan hidung setelah mencucinya

Setelah selesai, buang sisa larutan dengan mengembuskan napas secara perlahan melalui hidung. Hindari mengembuskan napas terlalu kuat agar tidak menimbulkan tekanan berlebihan pada telinga. Kemudian, keringkan area sekitar hidung menggunakan tisu bersih.

Terakhir, bersihkan dan keringkan alat cuci hidung sesuai petunjuk penggunaannya agar tetap higienis dan siap digunakan kembali.

Siapa yang Perlu Menghindari Cuci Hidung?

Cuci hidung tidak disarankan untuk semua orang dalam setiap kondisi. Orang yang mengalami infeksi telinga, tekanan pada telinga, atau sumbatan hidung total sebaiknya tidak langsung melakukan prosedur ini tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.

Begitu pula dengan orang yang baru menjalani operasi hidung, sinus, atau telinga. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk memastikan prosedur tersebut aman dilakukan.

Dengan memperhatikan kebersihan alat, keamanan air, dan teknik yang benar, cuci hidung dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kebersihan rongga hidung serta meredakan keluhan tertentu. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan tidak menggantikan pemeriksaan medis jika dibutuhkan.

(Yaumil Tianri Rahmi)

(Putri Purnama Sari)