Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat mendatangi rumah korban. Dokumentasi/ Polda Riau
Polda Riau Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Ibu Rumah Tangga di Pekanbaru
Deny Irwanto • 2 May 2026 00:29
Pekanbaru: Polda Riau mengusut dugaan perampokan disertai kekerasan yang menyebabkan korban tewas di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Penyidik Polda Riau beserta jajaran sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra, mengatakan pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku. Pandra meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku, untuk melapor.
"Kami akan terus mengejar pelaku di mana pun berada dan memastikan kasus ini terungkap secara tuntas," ujar Pandra kepada Metrotvnews.com, Jumat, 1 Mei 2026.
Pandra berharap dalam waktu tak terlalu lama, pelaku dapat ditangkap. Sehingga, dapat mengetahui motif dan pelaku lain dalam pembunuhan itu.
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi telah memeriksa empat saksi. Penyidik juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah korban sejak 9 April 2026, setelah sebelumnya terjadi dugaan percobaan pembobolan kamar pada 8 April.
"Dari hasil pendalaman dan analisis CCTV, penyidik sudah mengarah pada satu orang yang patut diduga sebagai pelaku. Namun kami masih membutuhkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka," ungkap Pandra.
Pandra menyebut salah satu terduga pelaku memiliki hubungan keluarga dengan korban, yakni seorang perempuan berinisial AF. Hingga kini, penyidik masih melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan.
Selain itu rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria yang diduga melakukan kekerasan terhadap korban menggunakan balok kayu. Identitas pria tersebut masih dalam penyelidikan. Pelaku juga diduga merusak kamera pengawas di dalam rumah saat kejadian.
"AF ini anak menantu dari korban. Dalam rekaman CCTV itu dia terlihat datang bersama tiga orang lain dan melakukan penganiayaan menggunakan kayu balok," kata Pandra.
.jpeg)
Rekaman CCTV menunjukkan pelaku memasuki rumah korban. Foto: Istimewa
Menurut Pandra, AF sudah tidak tinggal di rumah tersebut. Diduga, hubungan AF dan suaminya atau anak korban, sudah tak harmonis. Keduanya, kata Pandra, sudah tidak tinggal bersama.
"Namun sejak kelar dari rumah tersebut pada beberapa tahun lalu AF masih kerap meminta uang kepada ibu mertua (korban) dan masih dikasih," jelas Pandra.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban, Salmon Meha. Sekitar pukul 08.00 WIB, ia sempat mengajak korban keluar rumah, namun korban memilih tetap tinggal. Saat kembali sekitar pukul 11.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Rumbai dan ditindaklanjuti oleh Polresta Pekanbaru dengan dukungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.
Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga diduga membawa kabur sejumlah barang berharga, seperti perhiasan, paspor, uang tunai dalam mata uang asing, serta telepon genggam. Cincin pernikahan milik suami korban turut dilaporkan hilang.