Jenazah Hariadi tiba di rumah duka. Metrotvnews.com/ Triawati
Jenazah Hariadi Korban Pesawat ATR Disambut Isak Tangis Keluarga di Rumah Duka
Triawati Prihatsari • 25 January 2026 18:52
Karanganyar: Jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 Hariadi, Flight Operation Officer (FOO) di Maskapai Indonesia Air Transport disambut isak tangis keluarga saat tiba di rumah duka di Jati, Jaten, Karanganyar, Minggu siang, 25 Januari 2026. Jenazah tiba dan disemayamkan sekitar pukul 13.30 WIB, sebelum diberangkatkan ke pemakaman di Kecamatan Kerjo, daerah asal orang tua korban.
"Hari ini kami mewakili Kementerian KP secara kedinasan menyerahkan korban atas nama Hariyadi pada keluarga. Dan kami turut memberikan penghormatan terakhir pada almarhum," ujar Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Cilacap, Dwi Santoso Wibowo, di Karanganyar.
Dwi mengenang Hariadi sebagai sosok yang baik dan mudah bergaul, bahkan keduanya sempat berjanji untuk makan malam bersama sebelum peristiwa pilu itu terjadi. Hariadi gugur saat menjalankan tugas dalam rangkaian pengawasan udara.
"Beliau sudah sidak lama bekerja, beliau orang baik, humble, komunikatif, cepat bergaul dengan kami dalam rangka satu tim melakukan patroli pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Sempat janjian mau makan malam bersama kami, tapi ternyata lain cerita. (Iya) Sebelum kejadian, hari Sabtu pagi," beber Dwi.
Sebelum diberangkatkan ke pemakaman, jenazah Hariadi akan disalatkan di masjid setempat. Prosesi pemakaman akan dimulai dengan sambutan dari berbagai pihak.
"Nanti rangkaiannya (seremoni) dari Pemdes, KKP penyerahan jenazah diterima keluarga. Dari kantor memberi sambutan dan dari Kabupaten. Kemudian diberangkatkan menuju pemakaman di Kerjo," ungkap Ketua RT 03 RW 08 Jati, Jaten, Rudy Hermawan.

Proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 dari Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dokumentasi/Istimewa
Ia menambahkan, kondisi istri almarhum hingga kini masih syok. Tenaga medis telah didatangkan untuk memeriksa kondisi kesehatannya.
"Saat ini istri (korban) masih syok. Kondisinya masih syok, tadi dari media sudah memeriksa istrinya," ujar Rudy.
Sebelumnya, Hariadi bekerja sebagai Flight Operation Officer (FOO) di Maskapai Indonesia Air Transport. Ia menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.