Belum Sepekan Setelah Diperbaiki, Jembatan di Cipayung Amblas Lagi

Kondisi jembatan amblas di Jalan Kampung Kramat RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (2/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).

Belum Sepekan Setelah Diperbaiki, Jembatan di Cipayung Amblas Lagi

Siti Yona Hukmana • 2 March 2026 13:34

Jakarta: Jembatan di Jalan Kampung Kramat RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, kembali amblas. Padahal belum sepekan setelah diperbaiki oleh jajaran Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur.

"Sabtu, 28 Februari 2026 sore sampai malam saya masih bisa lewat. Minggu, 1 Maret 2026 kemarin sudah total begini kondisinya, mobil sudah tidak bisa lewat, motor juga harus lewat pinggir bergantian," kata salah seorang pengendara sepeda motor yang kerap melintas di lokasi, Mujiyo, 56 seperti dilansir dari Antara, Senin, 2 Maret 2026.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga dan pengguna jalan, karena mengganggu akses utama penghubung wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jakarta tersebut. Menurut Mujiyo, kerusakan kali ini terbilang parah dan terjadi secara tiba-tiba dalam dua hari terakhir. Padahal sebelumnya, bagian jalan yang sempat turun itu sudah pernah ditambal aspal.

"Setahu saya, ini pertama kali rusak separah ini. Memang sebelumnya pernah agak turun sedikit di bagian aspal, lalu ditambal, diperbaiki. Tapi, sekarang amblasnya lebih dalam dan mengganggu sekali," jelas Mujiyo.

Amblasnya jembatan itu membuat arus lalu lintas tersendat. Kendaraan yang masih bisa melintas harus bergantian, sementara mobil terpaksa mencari jalur alternatif melalui Jalan Kapuk-Sumir atau Jalan Tol PLN.

Hal itu pun berdampak pada meningkatnya waktu tempuh, bahkan berpotensi menimbulkan kemacetan di titik-titik pengalihan arus. "Kalau muter lewat Sumir itu makan waktu lagi lima menit kalau tidak macet. Kalau macet bisa delapan menit lebih. Sangat merugikan pengguna jalan," ucap Mujiyo.

Mujiyo menambahkan selama 36 tahun melintasi jalur tersebut, baru kali ini ia menyaksikan jembatan itu amblas cukup dalam hingga membuat akses utama terganggu. Sebagai pengemudi ojek online, kondisi tersebut turut memengaruhi pendapatannya karena waktu tempuh menjadi lebih lama.

"Apalagi kita orang jalanan, ojek online, kan mondar-mandir. Kalau mobil tidak bisa lewat, pasti tambah macet di jalan alternatif," ucap Mujiyo.

Dia mengungkapkan jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga dari Jatimurni dan Jatiwarna menuju Jakarta. Jika tidak segera ditangani secara permanen, maka kerusakan berulang dikhawatirkan terus terjadi dan merugikan masyarakat.

Kondisi retak dan amblasnya Jalan Kampung Kramat di Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza

Ia pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar penambalan sementara, agar jembatan itu tidak kembali amblas dan akses penghubung antarwilayah tetap lancar.

Sebelumnya, sejumlah personel Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur memperbaiki jalan jembatan yang amblas di Jalan Kampung Kramat RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung. Penambalan dilakukan dengan coldmix dan hotmix pada Kamis, 26 Februari 2026. Penanganan itu dilakukan setelah kondisi jalan mengalami penurunan cukup dalam dan dikhawatirkan membahayakan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Namun, penambalan jalan yang amblas mencapai 20 hingga 30 cm itu masih bersifat sementara, untuk mengembalikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Jika tidak segera ditangani, maka kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan pengendara, terutama roda dua. Penambalan terlebuh dahulu menggunakan batu makadam, baru permukaan dilapisi aspal coldmix dan hotmix agar lebih padat dan rata. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)