Rupiah Naik, Cadangan Devisa Jadi Penopang

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.

Rupiah Naik, Cadangan Devisa Jadi Penopang

Ade Hapsari Lestarini • 10 July 2026 17:59

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore menguat 63 poin atau 0,35 persen menjadi Rp18.065 per USD dari sebelumnya Rp18.128 per USD. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp18.069 per USD dari sebelumnya Rp18.090 per USD.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyatakan penguatan rupiah masih ditopang oleh cadangan devisa (cadev) yang memadai.

"Rupiah masih ditopang oleh cadangan devisa yang memadai serta komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar. Kedua faktor tersebut diharapkan mampu meredam tekanan apabila gejolak di pasar keuangan global kembali meningkat," kata dia, dilansir Antara, Jumat, 10 Juli 2026.

Tercatat, posisi cadangan devisa Indonesia yang meningkat menjadi USD145,6 miliar pada akhir Juni 2026, naik dari USD144,9 miliar pada bulan sebelumnya.


Ilustrasi. Foto: dok Bank Indonesia.
 

 

Prediksi rupiah pekan depan


Menurut dia, rupiah masih berpeluang menguat pada pekan depan jika tekanan terhadap dolar AS berlanjut. Namun, penguatan rupiah diperkirakan takkan terlalu besar karena investor masih menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama inflasi inti (Core CPI), yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

"Sentimen yang akan memengaruhi pergerakan rupiah pekan depan adalah rilis data Core CPI Amerika Serikat. Jika inflasi inti lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi pasar terhadap suku bunga tinggi The Fed akan kembali menguat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan memberi tekanan pada rupiah," ungkap Amru.

Sebaliknya, lanjut dia, apabila inflasi lebih rendah dari ekspektasi, peluang pelemahan dolar AS akan semakin besar sehingga dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.

Pasar juga akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah karena dapat mempengaruhi pergerakan harga minyak dunia dan minat investor terhadap aset safe haven. Begitu pula dengan arus modal asing dan langkah stabilisasi Bank Indonesia yang disebut akan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Karena itu, tukar rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp18.000-Rp18.128 per USD dalam sepekan ke depan.

(Ade Hapsari Lestarini)