APBN Aman Meski Rupiah Melemah, Purbaya: Saya Fokus Jaga Ekonomi Tumbuh Kuat!

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Biro KLI Kemenkeu.

APBN Aman Meski Rupiah Melemah, Purbaya: Saya Fokus Jaga Ekonomi Tumbuh Kuat!

Husen Miftahudin • 31 May 2026 17:41

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi yang aman meskipun nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Purbaya mengaku tak khawatir dengan pelemahan rupiah. Sebab, pemerintah telah memperhitungkan nilai depresiasi rupiah yang mendekati level saat ini dalam penyusunan anggaran.

"Dari sisi anggaran, kami telah menghitung depresiasi rupiah mendekati level saat ini. Jadi anggaran saya rasa masih oke meskipun rupiah melemah ke level saat ini," ungkap Purbaya dalam Konferensi Pers Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) di Jakarta, Minggu, 31 Mei 2026.

Lebih lanjut Bendahara Negara itu menegaskan jika dirinya saat ini tengah fokus untuk memastikan ekonomi Indonesia tumbuh kuat. "Sekarang saya fokus untuk memastikan ekonomi domestik akan terus tumbuh kuat dalam jangka menengah, jangka pendek, dan jangka panjang," tukas dia.
 

Baca juga: Wamenpar: Pelemahan Rupiah Jadi Peluang Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Indonesia


(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
 

Ekonomi RI tumbuh lebih cepat dibanding negara-negara G20


Purbaya menekankan, prospek ekonomi Indonesia tetap kuat dengan pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara yang tergabung dalam Kelompok G20.

Indonesia bahkan berada di posisi kedua setelah India. Karena itu, pemerintah yakin penguatan rupiah akan terjadi secara alami seiring dengan membaiknya ekonomi domestik.

"Hal itu pada akhirnya akan memperkuat mata uang secara otomatis, karena investor akan suka berinvestasi di negara yang menawarkan pertumbuhan paling menjanjikan. Prospek ekonomi kita kuat," tegas Purbaya.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas sektor keuangan. Intervensi di pasar obligasi dilakukan agar investor asing tidak mengalami kerugian modal dan tidak membawa modalnya ke luar negeri.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia dan Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria menyatakan pemerintah telah menyediakan subsidi besar dalam bentuk energi, bahan bakar minyak (BBM), dan listrik.

Bantuan di bidang pendidikan dan kesehatan juga terus disalurkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk melindungi daya beli masyarakat. (Muhammad Adyatma Damardjati)

(Husen Miftahudin)